Kamis, 17 April 2019 - 16:41:21 WIB

Selamatkan Anak Telantar, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Bengkalis

Diposting oleh : bro_rompis
Kategori:

BENGKALIS-Sesuai amanat Undang Undang Dasar, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Sosial terus berupaya menyelamatkan anak jalanan yang ditelantarkan keluarga untuk dididik di panti sosial yang ada di Kabupaten Bengkalis.


 

"Ada beberapa anak yang kami bina kemudian diasuh di Panti Sosial di Kecamatan Bengkalis dan Bantan," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Martini, Selasa (16/4/2019).  


 

Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan instansi terkait agar masalah anak jalanan mendapatkan perlakuan sama dengan anak normal lainnya. Ia juga mengingatkan perlunya kewaspadaan karena memasuki bulan puasa jumlah anak jalanan biasanya terus bertambah.


 

Anak jalanan itu datang dari luar daerah, kemudian mengemis di wilayah ini karena ada potensi pemasukan keuangan. Untuk mengatasi masalah itu, Dinas Sosial menjalin kerja sama dengan Satpol PP, Balai Latihan Kerja (BLK) dan Panti Asuhan di Kabupaten Bengkalis.


 

Panti asuhan juga berupaya memberikan pelatihan kepada anak jalanan yang tertangkap dalam operasi penertiban agar mereka dapat mandiri. Martini menambahkan, menyelamatkan anak terlantar merupakan salah satu peran negara dan perintah dari undang-undang. Pihaknya juga memberikan bimbingan dan pelatihan kepada anak terlantar itu supaya mereka dapat hidup mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain.


 

Dinas Sosial sebagai pihak terkait yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap kegiatan sosial, wajib menangani dan menyelesaikan permasalahan terkait anak terlantar di Kabupaten Bengkalis.

Kewenangan Dinas Sosial memberikan pelayanan di bidang sosial, khususnya anak terlantar dengan melakukan pembinaan rutin dan pelayanan sekaligus menjamin perlindungan bagi anak-anak terlantar di Kabupaten Bengkalis.

Berdasarkan Pasal 34 UUD Tahun 1945, Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis telah melakukan beberapa upaya untuk menangani anak terlantar seperti melakukan pendataan, memberikan pelayanan anak terlantar serta menitipkan anak terlantar ke LKSA dan melakukan pendampingan anak terlantar.  

 

Perhatian Maksimal

Menyikapi persoalan anak terlantar, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Syaukani meminta Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Sosial memberikan perhatian yang maksimal terhadap anak terlantar yang ada di Kabupaten Bengkalis, kerena ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang Undang Dasar.

 

Dipaparkan Syaukani, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab munculnya anak terlantar dapat disebabkan oleh dua faktor. Yaitu faktor kemiskinan dan faktor berasal dari keluarga yang bermasalah atau tidak harmonis.

Untuk itu, Dinas Sosial perlu meningkatkan program-program pendekatan dan pelayanan untuk memaksimalkan kinerjanya. Untuk keluarga anak terlantar dan anak terlantar, diharapkan bisa lebih menyadari mengenai hak-hak dasar anak yang harus terpenuhi. Sementara masyarakat diharapkan dapat lebih memperhatikan kondisi anak-anak terlantar.

 

Politisi Partai PAN ini menambahkan, selama ini pembinaan terhadap anak terlantar dan anak jalanan agar mereka kembali bersekolah, sudah sering dilakukan jajaran Pemkab Bengkalis.

Namun, mengingat anak-anak jalan dan terlatar itu datangnya tidak hanya dari dalam kota, maka diperlukan sikap yang lebih bijaksana dalam penanganannya.

 

Syaukani juga berharap pemerintah dapat membuat kebijakan–kebijakan yang dapat meringankan beban anak terlantar. Misalnya dengan melahirkan Perda Perlindungan Anak terhadap Anak Terlantar.

 “Dengan adanya Perda atau kebijakan yang mengatur anak terlantar, Dinas Sosial  Kabupaten Bengkalis bisa lebih maksimal memberikan pelayanan di bidang sosial, khususnya anak terlantar dengan melakukan pembinaan rutin dan pelayanan sekaligus menjamin perlindungan bagi anak-anak terlantar di Kabupaten Bengkalis,” ujar Syaukani.

 

Selamatkan Anak Terlantar

Dalam Islam, permasalahan anak tidak semata-mata dipandang dari segi hak-haknya saja. Islam memandang permasalahan anak dalam konteks kewajiban orang tua dan masyarakat. Hal seperti ini tercermin dari ketentuan syariat yang mematri hubungan orangtua dan anak melalui kewajiban mendidik anak secara langsung dan ketaatan anak terhadap orang tua yang juga bersifat langsung.

“Seorang muslim berkewajiban membantu dan memelihara anak-anak yatim, anak-anak yang tidak mampu, anak dari keluarga miskin, dan terlantar dalam arti mereka terpisah atau tidak diketahui orangtuanya. Dengan alasan apa pun tentu tidak diperkenankan memutus atau menghilangkan hubungan nasab anak dengan orang tua kandungnya,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Bengkalis, Ali Ambar.

“Saya kira takkan ada anak terlantar andaikata orang tuanya diselamatkan dari kemiskinan, baik kemiskinan harta maupun kemiskinan jiwa dan budi. Umat Islam memiliki potensi zakat, infak, sedekah dan wakaf yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan anak. Dana filantropi harus diperuntukkan bagi kepentingan penyelamatan manusia dari kemiskinan,” tambahnya.

Dalam hubungan ini, Ali Ambar memandang pendistribusian dan pendayagunaan zakat harus  menyentuh penyelamatan fungsi keluarga dari ancaman kemiskinan. Lembaga pengelola zakat harus take part (ambil bagian) menyelamatkan sebagian anak Indonesia dari kemiskinan yang mengepung hari depan mereka. Kemiskinan tidak seharusnya meninggalkan warna suram bagi masa depan anak. adv




Isi Komentar :
redaksiberitaklik