Kamis, 18 Juli 2019 - 14:55:50 WIB

Bengkalis Dukung Program Desa Peduli Gambut, Ini Dampaknya untuk Masyarakat

Diposting oleh : bro_rompis
Kategori:

PEKANBARU-Bupati Bengkalis. Amril Mukminin menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Restorasi Gambut (BRG) dengan PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI), di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (11/7/2019).
 
MoU yang dilakukan antara BRG dengan PT. CPI tentang Desa Peduli Gambut di 21 desa yang tersebar pada 5 Kabupaten Kota di Riau. Adapun kelima kabupaten tersebut diantaranya, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Kampar dan Dumai. 
 
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Pertisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia, Myrna A Safitri dan Vice President  Environment PT. Chevron Pasific Indonesia, Ruby Mulyawan.
 
Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut dalam sambutannya mengatakan, Provinsi Riau merupakan salah satu saerah yang memiliki lahan gambut yang sangat besar. Berkenaan dengan hal tersebut, lahan gambut yang ada bisa dimanfaatkan dan mencegah Karhutla.
 
"Dengan adanya program Desa Peduli Gambut tersebut bisa memberikan dampak positif khususnya untuk masyarakat yang terpilih menjadi Desa Peduli Gambut," ujarnya.
 
Di samping itu, program yang dicanangkan tersebut tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga berbicara tentang sosialisasi tentang lahan gambut yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.
 
Bupati Bengkalis memberikan apresiasi kepada BRG dan PT. CPI yang telah memilih Kabupaten Bengkalis sebagai sasaran pencanangan program desa peduli gambut tersebut. Menurutnya, dengan adanya program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi di Bengkalis.
 
"Kami memohon dukungan dan bimbingan dari BRG dan PT. CPI terkait pengelolaan desa peduli gambut tersebut. Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mendukung apa saja yang akan dilakukan, selagi itu positif tetap akan didukung," ujar Amril.
 
Bupati Bengkalis juga menekankan kepada desa di Kabupaten Bengkalis yang terpilih menjadi sasaran program yang dilakukan antara BRG dan PT. CPI tersebut, untuk terbuka dan menyampaikan kondisi desanya, sehingga memudahkan BRG dan PT. CPI untuk mencari langkah yang tepat pada desa tersebut.
 
"Jangan takut mengeluarkan dana, karena kegiatan yang dicanangkan BRG dan PT. CPI ini telah terintegrasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Tidak usah ragu, selagi bisa membangun dan meningkatkan pendapatan Daerah, silahkan laksanakan," ucap Amril Mukminin.
 
Program Desa Peduli Gambut yang terintegrasi sebagai upaya pengurangan risiko bencana serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
 
Program yang dicanangkan BRG memasukkan 2 kecamatan di Kabupaten Bengkalis sebagai Desa Peduli Gambut bersamaan dengan 9 kecamatan lainnya. Yakni Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bathin Solapan yang penentuan desa nya masih dalam tahap pertimbangan pihak BRG.

Besarnya dampak perubahan iklim secara langsung bisa memengaruhi tingkat risiko bencana bagi masyarakat di sekitar ekosistem gambut. Menilik hal tersebut Bupati Amril mendukung penuh Program BRG diterapkan di Kabupaten Bengkalis.

 
''Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendukung pelaksanaan restorasi gambut berbasis desa dan kawasan melalui Desa Peduli Gambut ini. Alasannya, program ini dapat mengintegrasikan pemulihan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,'' ucap Amril.

 
Dikatakan Bupati, program yang dilakukan pada pengembalian fungsi ekologi lahan gambut juga harus mementingkan masyarakat.

 
''Dengan melibatkan masyarakat akan diketahui kebutuhan masyarakat di wilayah restorasi gambut tersebut tidak hanya melulu perbaikan lingkungan, tetapi masyarakat juga lebih berdaya, dan ekonominya lebih maju,'' ujarnya.

 
Dengan adanya program Desa Peduli Gambut, selanjutnya akan dilaksanakan edukasi dan sosialisasi restorasi ekosistem gambut serta pembangunan infrastruktur berupa sumur bor di Kabupaten Bengkalis.

 
Turut hadir pada penandatanganan nota kesepahaman tersebut Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara, Kepala Dinas Lingkugan Hidup dan Kehutanan Riau Ervin Rizaldi, Bupati Rokan Hilir Suyatno, Camat Mandau Riki Rihardi, Plt Camat Bathin Solapan Auzar, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Alfakhrurrazi dan Kepala Bidang SDKI Diskominfotik Achyan.***




Isi Komentar :
redaksiberitaklik