Kamis, 00 0000 - 14:53:36 WIB

Ratusan WNI Dipulangkan dari Malaysia Via Pelabuhan BSSR, Pemkab Bengkalis Siapkan Langkah-langkah A

Diposting oleh : bro_rompis
Kategori:

 

BENGKALIS – Dampak dari lockdown yang ditetapkan kerajaan Malaysia membuat arus kepulangan WNI ke Indonesia, salah satunya melalui pelabuhan Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Bengkalis. Pemkab Bengkalis telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya penumpang yang terjangkit covid-19.

Hal itu disampaikan Plh Bupati Bengkalis Bustami HY kepada wartawan usai  menghadiri apel siaga darurat corona di Dinas Kesehatan  Kabupaten Bengkalis, Kamis (19/3/2020).

Didampingi Kadis Kesehatan Bengkalis dr Ersan Saputra, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bengkalis Heri Indra Putra dan Kepala Diskominfotik Bengkalis Johansyah Syafri, Bustami mengatakan, di samping melakukan pengukuran suhu penumpang pihaknya juga menyiapkan ambulan dan petugas di lapangan.

“Ambulan dan petugas sudah ready, kalau memang  ada penumpang yang dicurigai maka langsung dirujuk ke RSUD,” ujar Bustami.

Disamping itu, pihaknya juga menyimpan daftar manifest penumpang lengkap dengan alamat yang akan dijadikan acuan untuk  melakukan pemantauan. Bustami mengatakan, walau dari pengukuran suhu tubuh dalam kondisi normal dan tidak ada gejala sakit. Namun, karena mereka baru pulang dari negara terpapar corona, maka mereka menjadi target orang dalam pemantauan (ODP).

Tingginya  arus penumpang  WNI yang  kembali dari Malaysia melalui Muar ini juga dipicu oleh aturan, bahwa Kerajaan Malaysia sampai hari ini masih mengizinkan WNI di Malaysia untuk kembali ke Indonesia.

Seperti disampaikan Direktur PT Jasa Sarana  Citra Bestari, Fadillah mengatakan, pihaknya dengan armada MV Mulia Kencana, masih melayani penumpang WNI yang kembali ke Indonesia melalui pelabuhan Muar. Pada hari Rabu kemarin (18/3/2020) ujar Fadilah, MV Mulia Kencana mengangkut 220 lebih penumpang WNI dari Muar ke Bengkalis.

Sampai kapan MV Mulia Kencana akan beroperasi, Fadilah mengatakan, tergantung kepada kebijakan dari Kerajaan Malaysia. “Kalau dari sana sudah tidak membolehkan, maka untuk sementara kita berhenti operasi,” ujarnya.

Fadilah mengatakan, untuk meminamilisir  kemungkinan penyebaran virus  corona, pihaknya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan penyemprotan desinfektan. “Katanya hari ini mau disemprot,” tutupnya.




Isi Komentar :
redaksiberitaklik