Sabtu, 01 Juni 2013 - 19:54:39 WIB

Guru Honor Madrasah Tolak Tandatangani Amprah Gaji

Diposting oleh : agung sutopo
Kategori:

BENGKALIS.Guru honor madrasah menolak menandatanani amprah gaji atau dana kesejahteraan yang sejatinya bakal diterima hari ini, jika aspirasi mereka tidak diindahkan oleh Kantor Kementerian Agama dan Pemkab Bengkalis.

Seperti disampaikan Ketua Persatuan Guru Madrasah Kabupaten Bengkalis, Ridwan Ahmad, Kamis (30/5), hasil rapat bersama sejumlah kepala sekolah madrasah memutuskan, dana kesejahteraan yang mereka terima tidak dikurangi Rp75 ribu serta mempertanyakan guru-guru madasah yang tidak menerima dana kesejahteraan pada tahun anggaran 2013.

“Sore kemarin kami menyampaikan hasil kesepakatan guru-guru madrasah ke Kemenag, tapi kita tidak berhasi menemui Kepala Kemenag Pak H Jumari dan Sekretaris Pak H Nasrun, keduanya dinas di luar. Kami hanya diterima oleh Pak Suarno selaku bendahara, namun beliau tidak bisa memutuskan apa yang menjadi tuntutan kami,” jelas Ridwan.

Sesuai hasil rapat bersama para kepala sekolah madrasah, bahwa ada opsi yang akan mereka lakukan jika memang tuntutan mereka tidak bisa dipenuhi. “Kami siap menggelar demo besar-besaran. Kami bukan latah atau memaksakan kehendak, tapi apa yang kami terima hari ini sangat jauh dari tuntutan sebelumnya,” imbuh Ridwan.

Terkait pencairan dana kesejahteraan selama lima bulan yang akan ditransfer pada hari ini, kata Ridwan seluruh guru madrasah menolak dana tersebut. Selain nominalnya dikurangi, jumlah guru penerima juga berkurang.

“Kami tolak dana itu. Selain memang dananya berkurang, bagaimana pula dengan guru-guru madrasah yang sebelumnya menerima dana kesejahteraan tapi tahun ini tidak menerima,” keluh Ridwan.

Jika tahun lalu honor guru madrasah diberikan sebesar Rp900 ribu, tahun ini menjadi Rp825 ribu perbulan. Kemudian untuk guru MTs yang sebelumnya Rp800 ribu perbulan dikurangi menjadi Rp725 ribu, guru MI yang sebelumnya Rp700 ribu perbulan menjadi Rp625 ribu perbulan. Sedangkan untuk guru MDA yang sebelumnya bergaji Rp600 ribu perbulan, menurun menjadi Rp525 ribu perbulannya.

Pengurangan dana kesejaheraan bagi para guru madrasah sebesar Rp75 ribu ini berawal dari berkurangnya dana hibah yang diberikan Pemkab kepada Kemenag. Jika tahun sebelumnya dana hibah sebesar Rp 29 miliar lebih, tahun ini hanya Rp 26 miliar atau berkurang Rp 3 miliar lebih.(bku)




Isi Komentar :
redaksiberitaklik