BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Pengusaha hotel dan wisma yang beroperasi di
Bengkalis merugi akibat pemadaman listrik dua hari ini. Diharapkan kepada PLN
agar secepatnya mengambil langkah-langkah perbaikan.
Seperti disampaikan Marketing Manager Hotel Pantai
Marina, Inest, pihaknya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk
mengoperasionalkan mesin genset. "Pelanggan tak mau tau ada gangguan
tidaknya di PLN. Kita tetap harus memberikan pelayanan yang maksimal,"
ujar Inest, Minggu (6/4).
Menurut Ines, biaya ekstra untuk pembelian bahan bakar
sebenarnya tidak terlalu dirisaukan. Persoalannya, adalah kemampuan mesin yang
terbatas. "Mesin tak bisa kita hidupkan terus menerus karena bisa panas
dan rusak," ujarnya.
Hal senada diungkapkan pemilik Wisma Andrian, Sofyan
Adnan. Dengan keterbatasan kemampuan mesin, pelanggan terpaksa tidak bisa tidur
ber-AC. "Kemampuan genset kita cuma tujuh jam. Semua operasional yang
menggunakan genset hanya bisa dilakukan sampai pukul 11 malam. Setelah itu
mesin kita matikan," katanya.
Terpisah, Ketua PHRI Bengkalis, Jeffrey O Tumangkeng
saat dihubungi mengatakan, para pengelola penginapan dipastikan merugi dengan
matinya PLN lebih dari 24 jam. "Sudahlah sekarang yang nginap kurang
karena APBD belum cair, ditambah pula biaya operasional meningkat,"
katanya.
Menyikapi hal itu Jeffrey mengatakan, pihaknya
akan menunggu dalam beberapa hari kedepan. "Seharusnya PLN memberikan
informasi secara resmi ke kita jadi kita bisa tau langkah-langkah apa yang
harus diambil. Jadi sikap kita, PHRI akan lihat dulu perkembangan dalam beberapa
hari kedepan, kita rapatkan dulu dengan anggota PHRI lainnya," ujar
pemilik Hotel Panorama ini. (Bku)