Pengusaha Hotel dan Wisma Merugi Akibat Pemadaman Listrik

Senin, 07 April 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pengusaha hotel dan wisma yang beroperasi di Bengkalis merugi akibat pemadaman listrik dua hari ini. Diharapkan kepada PLN agar secepatnya mengambil langkah-langkah perbaikan.

Seperti disampaikan Marketing Manager Hotel Pantai Marina, Inest, pihaknya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mengoperasionalkan mesin genset. "Pelanggan tak mau tau ada gangguan tidaknya di PLN. Kita tetap harus memberikan pelayanan yang maksimal," ujar Inest, Minggu (6/4).


Menurut Ines, biaya ekstra untuk pembelian bahan bakar sebenarnya tidak terlalu dirisaukan. Persoalannya, adalah kemampuan mesin yang terbatas. "Mesin tak bisa kita hidupkan terus menerus karena bisa panas dan rusak," ujarnya.

Hal senada diungkapkan pemilik Wisma Andrian, Sofyan Adnan. Dengan keterbatasan kemampuan mesin, pelanggan terpaksa tidak bisa tidur ber-AC. "Kemampuan genset kita cuma tujuh jam. Semua operasional yang menggunakan genset hanya bisa dilakukan sampai pukul 11 malam. Setelah itu mesin kita matikan," katanya.

Terpisah, Ketua PHRI Bengkalis, Jeffrey O Tumangkeng saat dihubungi mengatakan, para pengelola penginapan dipastikan merugi dengan matinya PLN lebih dari 24 jam. "Sudahlah sekarang yang nginap kurang karena APBD belum cair, ditambah pula biaya operasional meningkat," katanya.

Menyikapi hal itu Jeffrey mengatakan, pihaknya akan menunggu dalam beberapa hari kedepan. "Seharusnya PLN memberikan informasi secara resmi ke kita jadi kita bisa tau langkah-langkah apa yang harus diambil. Jadi sikap kita, PHRI akan lihat dulu perkembangan dalam beberapa hari kedepan, kita rapatkan dulu dengan anggota PHRI lainnya," ujar pemilik Hotel Panorama ini. (Bku)