Kondisi Jalan Semakin Parah Warga Minta Pemkab Bengkalis

Senin, 07 April 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Warga meminta Pemkab Bengkalis untuk mendesak perusahaan pemenang tender proyek multiyears jalan lingkar Pulau Bengkalis mempercepat pelaksanaan pekerjaan di lapangan, mengingat kondisinya saat ini semakin parah. Proyek bernilai ratusan miliyar tersebut dinilai sangat lamban, padahal pememang tender sudah diumumkan sejak akhir tahun 2013 lalu.

Seperti disampaikan Muhammad Tarmizi (38), warga Desa Penebal Kecamatan Bengkalis, Minggu (6/4), kondisi jalan poros di desanya saat ini rusak parah. "Semakin lambat pengerjaan proyek multiyears ini akan semakin memperparah kondisi jalan poros kampung kami. Sepanjang jalan poros menuju desa Pematang Duku hampir tidak ada ruas jalan yang tak rusak," ujar Tarmizi.

Progres pengerjaan proyek multiyears y tersebut dinilai sangat lambat, sejauh ini baru beberapa kilo meter saja jalan yang ditimbus. Sejatinya, dengan sistem multiyears dan perusahaan sekelas nasional, volume pekerjaan lebih banyak dari yang ada saat ini. "Pekerjaannya sangat-sangat lambat, kalau diregulerkan lalu dipecah menjadi beberapa paket, mungkin penimbunan sudah selesai. Tidak seperti sekarang ini," keluh Tarmizi.

Seperti proyek jalan poros Bantan kata Tarmizi, kendati hanya diregulerkan, volume penimbunan dan pengecoran terlihat lebih signifikan jika dibanding dengan proyek My. Keluhan senada disampaikan Amrizal. Warga Senggoro ini mengatakan, jalan lingkar Bengkalis (Bengkalis-Ketamputih) sudah banyak memakan korban, baru-baru ini ini dirinya terjatuh di jalan poros desa Penebal. "Tak ada pengguna jalan yang tidak marah saat melintas di jalan poros pulau Bengkalis ini, baik di Kecamatan Bengkalis maupun Bantan. Jalannya sangat tidak layak," keluh Amrizal.

Diakui, Pemkab Bengkalis memang sudah banyak menggelontorkan anggaran untuk pembangunan jalan poros tersebut, sayangnya realisasi di lapangan mash sangat minim. "Kalau kita tengok, pengerjaannya lebih cepat kontraktor tempatan. Jalan Tasik Pematang Duku sepanjang 1 KM lebih, tak sampai 3 bulan sudah selesai dibase," sebut Amrizal.

Pemkab sejatinya mendesak rekanan untuk mempercepat pengerjaan proyek multiyears, karena kondis jalan poros terutama dari Temeran-Ketamputih sudah rusak parah. "Kendaraan merangkak seperti itu siput, kalau tidak hati-hati dan paham dengan kondisi jalan bisa terjatuh," ujar Amrizl lagi.

Sebelum ini, Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) jalan lingkar Pulau Bengkalis, Tirta Adhi Kazmi menyebutkan bahwa rekanan sudah mulai bekerja sejak beberapa waktu lalu. Semua peralatan kerja maupun material sudah didatangkan rekanan pelaksana, termasuk kantor perusahaan di desa Temeran kecamatan Bengkalis.

"Sejauh ini boleh dikatakan tidak ada kendala tekhnis berarti di lapangan, sehingga rekanan sudah memulai pekerjaan. Masalah tekhnis dan non tekhnis saya rasa sudah dapat diminimalisir, termasuk persoalan ganti rugi bangunan milik warga disekitar lokasi proyek jalan lingkar,"ungkap Tirta belum lama ini. (Bku)