
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Warga meminta Pemkab Bengkalis untuk mendesak perusahaan
pemenang tender proyek multiyears jalan lingkar Pulau Bengkalis mempercepat
pelaksanaan pekerjaan di lapangan, mengingat kondisinya saat ini semakin parah.
Proyek bernilai ratusan miliyar tersebut dinilai sangat lamban, padahal pememang
tender sudah diumumkan sejak akhir tahun 2013 lalu.
Seperti disampaikan Muhammad Tarmizi (38), warga Desa Penebal Kecamatan
Bengkalis, Minggu (6/4), kondisi jalan poros di desanya saat ini rusak parah.
"Semakin lambat pengerjaan proyek multiyears ini akan semakin
memperparah kondisi jalan poros kampung kami. Sepanjang jalan poros menuju desa
Pematang Duku hampir tidak ada ruas jalan yang tak rusak," ujar Tarmizi.
Progres pengerjaan proyek multiyears y tersebut dinilai sangat
lambat, sejauh ini baru beberapa kilo meter saja jalan yang ditimbus.
Sejatinya, dengan sistem multiyears dan perusahaan sekelas nasional,
volume pekerjaan lebih banyak dari yang ada saat ini. "Pekerjaannya
sangat-sangat lambat, kalau diregulerkan lalu dipecah menjadi beberapa paket, mungkin
penimbunan sudah selesai. Tidak seperti sekarang ini," keluh Tarmizi.
Seperti proyek jalan poros Bantan kata Tarmizi, kendati hanya diregulerkan,
volume penimbunan dan pengecoran terlihat lebih signifikan jika dibanding
dengan proyek My. Keluhan senada disampaikan Amrizal. Warga Senggoro ini
mengatakan, jalan lingkar Bengkalis (Bengkalis-Ketamputih) sudah banyak memakan
korban, baru-baru ini ini dirinya terjatuh di jalan poros desa Penebal.
"Tak ada pengguna jalan yang tidak marah saat melintas di jalan poros
pulau Bengkalis ini, baik di Kecamatan Bengkalis maupun Bantan. Jalannya sangat
tidak layak," keluh Amrizal.
Diakui, Pemkab Bengkalis memang sudah banyak menggelontorkan anggaran untuk
pembangunan jalan poros tersebut, sayangnya realisasi di lapangan mash sangat
minim. "Kalau kita tengok, pengerjaannya lebih cepat kontraktor tempatan. Jalan
Tasik Pematang Duku sepanjang 1 KM lebih, tak sampai 3 bulan sudah selesai
dibase," sebut Amrizal.
Pemkab sejatinya mendesak rekanan untuk mempercepat pengerjaan proyek multiyears,
karena kondis jalan poros terutama dari Temeran-Ketamputih sudah rusak parah.
"Kendaraan merangkak seperti itu siput, kalau tidak hati-hati dan paham
dengan kondisi jalan bisa terjatuh," ujar Amrizl lagi.
Sebelum ini, Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) jalan lingkar Pulau
Bengkalis, Tirta Adhi Kazmi menyebutkan bahwa rekanan sudah mulai bekerja sejak
beberapa waktu lalu. Semua peralatan kerja maupun material sudah didatangkan
rekanan pelaksana, termasuk kantor perusahaan di desa Temeran kecamatan
Bengkalis.
"Sejauh ini boleh dikatakan tidak ada kendala tekhnis berarti
di lapangan, sehingga rekanan sudah memulai pekerjaan. Masalah tekhnis dan non
tekhnis saya rasa sudah dapat diminimalisir, termasuk persoalan ganti rugi
bangunan milik warga disekitar lokasi proyek jalan lingkar,"ungkap Tirta
belum lama ini. (Bku)