
Salah satu ladang minyak di Riau.
Pekanbaru.Pada tahun 2013 mendatang, sejumlah blok minyak di Riau akan habis masa kontraknya dengan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI), sesuai dengan amanat Undang-Undang, maka daerah diperkenankan mengambil alih pengelolaan ladang minyak tersebut.
Provinsi Riau sendiri melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada mengaku siap mengambil alih pengelolaan ladang minyak tersebut, karena sudah berpengalaman, yakni mengelola CPP Blok.
Namun demikian yang terpenting harus diperhatikan adalah bagaimana agar ketika nantinya dikelola oleh Provinsi Riau, penghasilan ladang-ladang minyak itu tidak berkurang.
"Saya kira kita telahsiap untuk mengambil alih pengelolaan blok Siak dan juga blok Kampar yang akan habis kontraknya dengan CPI tahun 2013 mendatang, kita punya Riau Petrolium dan lainnya yang siap mengelola,"kata Asisten II Setdaprov Riau, Emrizal Pakis, Senin (31/12).
Bahkan keberhasilan Riau dalam mengelola blok minyak itu juga telah diakui oleh Provinsi lain di Indonesia, dengan dilakukannya studi banding oleh Provinsi Kalimantan Timur ke Riau beberapa waktu lalu.
"Karena pada tahun 2017 mendatang ada ladang minyak di Provinsi tersebut yang akan habis kontraknya dengan pihak swasta. Jadi inikan bukti kalau mereka menilai kita mampu, makanya mereka ingin belajar dari kita," ujar Emrizal.
Emrizal menambahkan, amat sangat perlu Provinsi Riau memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam mengurus ladang minyak tersebut, karena tanpa itu, apa yang telah dihasilkan bisa saja menurun jauh, sehingga ini akan merugikan daerah.
"Memang tak dapat dipungkiri juga penurunan penghasilan dari blok minyak itu tak terlepas dari usia blok itu sendiri, jadi menurut saya, yang terpenting itu adalah bagaimana kita mampu mempertahankan produksi, kalau bisa bahkan meningkatkan hasil produksi," tukasnya. (enr)