
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pemilihan Umum
Legislatif usai sudah. Ketua KPU Bengkalis, Defitri Akbar mengklaim secara umum
berjalan dengan aman dan lancar. Kendati diakui masih ditemukan berbagai
persoalan, namun hal tersebut bukan hal yang mendasar dan bisa diatasi.
Partisipasi pemilih juga diprediksi meningkat, mencapai di angka 80 persen.
Pria yang akrab disapa Dedek ini ketika dihubungi,
Kamis (10/4), masih dalam perjalanan dari Kecamatan Mandau, memantau
pelaksanaan pencoblosan di Kecamatan berpenduduk terbesar se Kabupaten
Bengkalis tersebut. Memang kata Dedek, sesuai laporan yang masuk masih ada TPS
yang kekurangan surat suara, namun hal itu bisa diatasi.
"Ada lima TPS yang kekurangan surat suara, itu
hal biasa dan sudah diatasi. Intinya, secara umum Pileg berlangsung lancar dan
aman. Alhamdulillah," ujar Dedek.
Ketika ditanya masih adanya petugas dan saksi yang
belum paham tata cara penghitungan suara. Seperti satu kertas suara dihitung
dua suara, karena pemilih mencoblos lambang partai dan nama caleg, kata Dedek
hal seperti itu memang ditemukan.
"Saya juga mendapat laporan tentang kesalahan
penghitungan seperti itu. Tak masalah, kesalahan seperti itu bisa kita
perbaiki. Waktu perbaikannya saat pleno di tingkat PPS," kata Dedek lagi.
Ditanya tingkat partisipasi pemilih, pengamatan
sementara kata Dedek, tingkat partisipasi pemilih jauh meningkat jika dibanding
dengan pemilihan Gubernur beberapa waktu lalu. Persentasinya diperkirakan
mencapai 80 persen.
"Tapi ini belum angka pasti. Tapi kalau dilihat
untusiasme masyarakat dan banyaknya surat suara dicoblos bahkan ada beberapa
TPS yang kurang, menandakan jumlah pemilih meningkat dari sebelumnya. Tapi ini
baru perkiraan kita, belum angka pasti," ujarnya.
Banyak Pemilih Menggunakan Menggunakan KTP
Kekurangan surat suara di sejumlah TPS salah satunya
disebabkan banyaknya pemilih yang menggunakan KTP saat menyalurkan suaranya.
Mereka yang menggunakan KTP, umumnya tidak lagi berdomisili di lingkungan atau
sekitar TPS yang bersangkutan, sudah pindah tapi belum mengurus pindah ke
alamat baru.
Seperti salah satu TPS di Desa Wonosari, panita
terpaksa mencari kertas suara tambahan, karena kertas suara yang ada tidak
cukup. Jumlah pemilih yang menggunakan KTP mencapai belasan, diantaranya warga
yang sudah tidak lagi tinggal di daerah tersebut juga warga baru yang tidak
mendapatkan undangan. (Bku)