
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H. Huzaini membuka
seleksi tahap II rekturmen pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH
) di Badan Diklat Bengkalis, Rabu (16/4). Acara pembukaan seleksi turut dihadiri
panitia dari Dinas Sosial Provensi Riau, Kemeterian Agama Bengkalis, perwakilan
Dinas Pendidikan serta sejumlah pejabat lainnya di lingkungan pemerintah
kabupaten.
Peserta yang mendaftar untuk mengikuti seleksi rekturmen pendamping dan
operator PKH awalnya diikuti 80 orang. Namun ketika dilakukan proses seleksi,
hanya 55 orang yang hadir atau 25 orang mengundurkan diri. Tim penguji adalah
Dr. Dewi Wahyuni, MP.
Dalam pengarahannya Huzaini mengucapkan selamat datang kepada tim rekturmen
pendamping dan operator PKH Dirjen Pelindungan dan Jaminan Sosial
Kementrian Sosial RI.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga mengucapkan terima kasih kepada
Kementerian RI khususnya Direktorat Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial
karena pada tahun ini dapat mengalokasikan program keluarga harapan untuk
seluruh kecamatan se-Kabupaten Bengkalis.
"Ucapan terima kasih juga kepada Dinas Sosial Provinsi Riau yang sudah mendukung
dan merekomendasikan Kabupaten Bengkalis untuk mendapatkan program ini".
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut baik program ini karena merupakan
dalam upaya memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin sekaligus
meningkatkan akses mereka terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan.sehingga generasi
berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.
Menurut Asisten, setidaknya ada 5 komponen MDGS yang didukung melalui PKH,
yaitu: pengurangan penduduk miskin ekstrim dan kelaparan, pencapain pendidikan
dasar, kesetaraan gender, pengurangan angka kematian bayi dan balita
pengurangan kematian ibu melahirkan.
Tahun ini Pemerintah Daerah sudah menyiapkan sharing dana, karena
mengingat program ini memberikan kontribusi positif bagi upaya penanggulangan
kemiskinan di daerah dan sekaligus membuka kesempatan lapangan kerja. Melalui
program ini dibuka lowongan kerja untuk para sarjana dari daerah setempat menjadi
pendamping dan operator PKH dari Kementrian Sosial RI," ujarnya.
Untuk itu Asisten berharap harus dilaksanakan seleksi yang
benar-benar selektif di dalam melahirkan pendamping yang profesional dan
potensial. Bagi para peserta yang nantinya dalam seleksi ini yang lulus
tunjukkan kinerja yang baik agar bisa dikontrak menjadi pendamping dan operator
PKH ini. (Bku)