Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Membuka Seleksi Tahap II Rekturmen Pendamping PKH

Kamis, 17 April 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H. Huzaini membuka seleksi tahap II rekturmen pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH ) di Badan Diklat Bengkalis, Rabu (16/4). Acara pembukaan seleksi turut dihadiri panitia dari Dinas Sosial Provensi Riau, Kemeterian Agama Bengkalis, perwakilan Dinas Pendidikan serta sejumlah pejabat lainnya di lingkungan pemerintah kabupaten.

Peserta yang mendaftar untuk mengikuti seleksi rekturmen pendamping dan operator PKH awalnya diikuti 80 orang. Namun ketika dilakukan proses seleksi, hanya 55 orang yang hadir atau 25 orang mengundurkan diri. Tim penguji adalah Dr. Dewi Wahyuni, MP.

Dalam pengarahannya Huzaini mengucapkan selamat datang kepada tim rekturmen pendamping dan operator PKH Dirjen Pelindungan dan Jaminan Sosial Kementrian Sosial RI.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian RI khususnya Direktorat Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial karena pada tahun ini dapat mengalokasikan program keluarga harapan untuk seluruh kecamatan se-Kabupaten Bengkalis.

"Ucapan terima kasih juga kepada Dinas Sosial Provinsi Riau yang sudah mendukung dan merekomendasikan Kabupaten Bengkalis untuk mendapatkan program ini". Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut baik program ini karena merupakan dalam upaya memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin sekaligus meningkatkan akses mereka terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan.sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

Menurut Asisten, setidaknya ada 5 komponen MDGS yang didukung melalui PKH, yaitu: pengurangan penduduk miskin ekstrim dan kelaparan, pencapain pendidikan dasar, kesetaraan gender, pengurangan angka kematian bayi dan balita pengurangan kematian ibu melahirkan.

Tahun ini Pemerintah Daerah sudah menyiapkan sharing dana, karena mengingat program ini memberikan kontribusi positif bagi upaya penanggulangan kemiskinan di daerah dan sekaligus membuka kesempatan lapangan kerja. Melalui program ini dibuka lowongan kerja untuk para sarjana dari daerah setempat menjadi pendamping dan operator PKH dari Kementrian Sosial RI," ujarnya.

Untuk itu Asisten berharap harus dilaksanakan seleksi yang benar-benar selektif di dalam melahirkan pendamping yang profesional dan potensial. Bagi para peserta yang nantinya dalam seleksi ini yang lulus tunjukkan kinerja yang baik agar bisa dikontrak menjadi pendamping dan operator PKH ini. (Bku)