Kapolres Minta Perusahaan Buat Embung Guna Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Ahad, 20 April 2014

Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo melakukan patroli udara guna memantau kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bengkalis, Kamis (17/4)

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Riau sehingga menyebabkan kabut asap tebal, Maret kemarin, diprediksi Juni mendatang akan kembali terjadi, mengingat pada bulan tersebut akan memasuki musim kemarau dan rawan akan titik api.

Guna mengantisipasi dan mencegah kebakaran agar tidak meluas, Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo berpesan kepada perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah hukum Bengkalis dan sekitarnya agar membuat embung (kolam air) di titik-titik rawan karhutla dengan tujuan memudahkan pemadaman pada saat kebakaran terjadi.

"Kita berharap perusahaan perkebunan dari mulai sekarang sudah membuat Kolam air di titik rawan karhutla, hal ini untuk mempermudah pemadaman saat kebakaran, karena diprediksi pada bulan Juni besok akan memasuki musim panas yang rawan akan titik api," ujar Kapolres saat melakukan patroli lewat udara di Kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukitbatu, Kamis (17/4) lalu.

Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang sudah membuat embung dengan ukuran 10 x 10 meter persegi di titik rawan kebakaran. Kapolres juga mengharapkan kerjasama masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla yang diprediksi akan kembali terjadi pada bulan Juni mendatang.

"Sudah ada beberapa perusahaan yang sudah membuat embung, kita berharap masyarakat yang membuka lahan tidak dengan cara dibakar, intinya sama-samalah kita mencegah terjadinya karhutla, karena disamping merugikan kesehatan juga merugikan secara materi," katanya seraya mengatakan pada bulan Juni ia akan berkantor di Mandau agar pemantauan karhutla lebih efektif.

Kepala Administrasi PT Ruas Utama Jaya (Sinar Mas Group), Genta Hidayat saat dikunjungi Kapolres, mengakui peranan kepolisian dan TNI dalam penanganan karhutla dan operasi ilegal loging sangat dirasakan kinerjanya. Hal ini dibuktikan dengan ditempatkannya personil kepolisian dan TNI yang berpatroli lewat darat dalam seminggu 2 kali operasi.

"Ucapan terimakasih kepada kepolisian dan TNI atas kerjasamanya dalam penanganan karhutla dan illog, dengan menurunkan personilnya untuk berpatroli 2 kali dalam seminggu mencegah terjadinya pembabatan hutan dan karhutla," ucap Genta.

Genta juga mengatakan pihaknya sudah membuat embung dan mendirikam pos patroli pemantau karhutla di beberapa titik rawan karhutla. "Kita sudah membuat kolam dan akan kita tambah lagi di titik yang dianggap rawan juga akan ditambah dengan peralatan pemadam api disetiap kolam dan penambahan personil pemadam, agar apabila terjadi kebakaran akan segera dapat teratasi dan tidak merembet," tandasnya. (Bku)


Keterangan Foto :
Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo melakukan patroli udara guna memantau kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bengkalis, Kamis (17/4)