BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh
mewakili Gubernur Riau, H Annas Maamun membuka rapat kerja pembangunan perindustrian dan perdagangan se-Riau di Lantai IV
Kantor Bupati Bengkalis, Senin (28/4) sore.
Kegiatan yang akan
berlangsung selama tiga hari ini, dihadiri oleh seluruh kepala Perindustrian
dan Perdagangan kota/kabupaten se-Riau membahas program kerja bidang
perindustrian dan perdagangan seluruh kabupaten/kota. Serta keterpaduan antara
program tersebut dengan program Pemerintah Provinsi serta usulan-usulan apa
saja yang memungkinkan untuk diajukan ke Pemerintah Pusat.
Bupati
mewakili Gubernur Riau menyambut baik diselenggarakan kegiatan ini,
dengan harapan melalui rapat kerja antara provinsi dengan kabupaten/kota yang
membidangi industri dan perdagangan akan menghasilkan program dan kegiatan yang
saling bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya
dalam mendukung program sesuai dengan visi Gubernur Riau yaitu "Terwujudnya Provinsi Riau Yang Maju, Masyarakat Sejahtera dan Berdaya Saing Tinggi, Menurunnya Kemiskinan, tersedianya lapangan kerja serta pemanfaatan
aparatur".
Dalam pengarahannya
Gubernur seperti disampaikan Bupati Bengkalis, mengharapkan
kepada peserta rapat, agar tidak saja dapat mensinergikan program kerja ke
depan, akan tetapi juga dapat membahas berbagai permasalahan yang timbul dan
berkembang dewasa ini yang terkait dengan sektor industri dan perdagangan.
"Di dalam pencapaian visi riau 2020 yakni "menjadikan riau sebagai pusat
perekonomian dan kebudayaan melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis
sejahtera lahir dan bathin di Asia Tenggara," peranan Dinas Perindustrian
dan Perdagangan sangat dominan dalam mendukung dan menunjang kearah pencapaian
visi tersebut.
"Oleh karena itu di tangan saudara-saudaralah terletak masing-masing daerah
dapat maju dan berkembang, khususnya di sektor industri dan perdagangan," ujar Gubri seperti disampaikan
Bupati.
Melalui kegiatan ini juga, para kepala dinas dituntut untuk menyusun program kerja yang
dinamis karena adalah suatu ironi bahwa Riau dikenal sebagai daerah
yang kaya akan sumber daya alam, namun masih banyak masyarakatnya berada
dibawah garis kemiskinan.
Selain itu, program ekonomi berbasis kerakyatan juga menjadi program yang harus menjadi
perioritas karena program tersebut dapat menggerakkan dunia usaha dan
masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan industri dan
perdagangan.
Di samping itu juga dalam menghadapi AFTA (Asean Free Trade Area) atau masyarakat ekonomi ASEAN Tahun 2015 dimana dengan terbukanya perekonomian ASEAN, maka aliran perdagangan barang dan jasa,
investasi, dan perpindahan tenaga kerja antar negara asean tak ada lagi
hambatannya. tentu ini akan menghadirkan peluang sekaligus tantangan tersendiri
bagi pembangunan ekonomi semua negara ASEAN, termasuk Indonesia.
"Dalam
menghadapi tantangan dan ancaman tersebut kita harus mampu menghasilkan
produk-produk berkualitas dan memiliki daya saing, sehingga dapat diserap pasar, baik didalam
negeri sendiri, terlebih-lebih lagi diluar negeri. Kompetisi
harga dan daya saing yang kuat dapat diwujudkan apabila kita memiliki berbagai
industri yang bekerja secara efektif dan efisien dalam menggunakan setiap
komponen produksi yang dibutuhkan, termasuk tenaga kerja," ujar Bupati membacakan pidato Gubri.
(Bku)