
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Sebanyak empat unit mesin PLTD milik PT Kerta Bumi
Teknindo (KBT) yang disewa PLN, selama April kemarin mengalami kerusakan.
Akibat kerusakan tersebut, PLN mengalami defisit daya sebesar 2.500 KW dan
terpaksa kembali melakukan pemadaman bergilir.
"Kerusakan mesin-mesin milik KBT tersebut terjadi secara bertahap
pada April lalu. Ada yang dari awal mengalami kerusakan, tapi ada juga yang
sengaja dioverhaul (perawatan,red) tapi begitu dioperasikan mengalami
gangguan," ujar Manajer PLN Ranting Bengkalis, Andhy Prasetiawan kepada
wartawan, Jumat (2/5).
Dikatakan, kerusakan pertama terjadi pada tanggal 4 April pada KBT unit G5,
kemudian disusul dengan KBT unit G4 pada 22 April. Selang 2 hari kemudian yaitu
pada tanggal 24 April terjadi kerusakan pada KBT unit G6 dan terakhir KBT unit
G8 menyusul pada 25 April.
"Beban puncak sistem Bengkalis diperkirakan 15.500 KW. Daya mampu
yang ada sekarang hanya 13.000 KW dan kita mengalami defisit sebesar 2.500 KW,"
ujar Andhy.
Dengan defisit daya tersebut, Andhy mengatakan, mau tidak mau pihaknya
terpaksa melakukan pemadaman bergilir. Sementara terhadap pihak KBT, dirinya
sudah menginstruksikan agar segera melakukan perbaikan terhadap unit-unit yang
rusak. "Teknisinya sedang bekerja, mudah-mudahan dari empat unit yang rusak
tersebut ada yang bisa segera normal kembali," kata Andhy.
Sejarah Terulang Lagi
Berdasarkan catatan media ini, kerusakan yang terjadi pada mesin-mesin KBT
bukan baru sekali ini saja terjadi. Pada bulan Agustus tahun 2013 lalu,
sebanyak empat unit mesin KBT juga mengalami kerusakan. Akibat kerusakan
tersebut, PLN mengalami defisit daya listrik sebesar 1,5 MW dan terpaksa
kembali melakukan pemadaman bergilir dengan perkiraan 9 : 1.
Menurut Andhy waktu itu, total mesin milik PT KBT yang mengalami
kerusakan berjumlah empat unit dengan daya mampu sekitar 2,8 MW. Mesin-mesin
buatan Amerika itu pertama kali mengalami kerusakan pada tanggal 2 Agustus
2013. Berikutnya berturut-turut pada tanggal 6 Agustus 2013, 10 Agustus
2013 dan terakhir pada malam Sabtu, 16 Agustus 2013. "Saya pun tidak habis
pikir kok sekali rusak sampai empat unit. Padahal andai mesin-mesin ini tidak
rusak, sebenarnya kita surplus daya cukup lumayan," katanya.
Saat ditanya kemungkinan mesin-mesin itu tidak mengalami perawatan
secara berkala, Andhy mengaku belum tahu pasti karena mesin tersebut sudah ada
ketika dirinya belum menjabat Manajer PLN Ranting Bengkalis. Namun,
berdasarkan informasi yang berkembang, memang proses perawatan berkala sesuai
dengan jam operasi mesin tidak dilakukan.
"Terlepas apa penyebab dari kerusakan pada mesin-mesin tersebut, kita minta
tanggung jawab dari pihak PT KBT untuk segera melakukan perbaikan.
Terus terang saja, akibat kerusakan mesin ini membuat pelayanan kita
kepada masyarakat tidak optimal. Padahal target kita waktu itu bagaimana selama
puasa dan lebaran ini tidak terjadi pemadaman bergilir, kecuali kalau terjadi
gangguan," kata Andhy. (Bku)