
BANTAN,
Beritaklik.Com - Sejumlah elemen masyarakat mendesak Pemkab Bengkalis
segera melakukan proses tender untuk proyek lanjutan jalan poros Bantan. Di
beberapa titik jalan tersebut kini berdebu karena sudah dibase pada tahun 2013
lalu, sementara di beberapa titik kembali mengalami kerusakan parah.
Salah seorang tokoh masyarakat Bantan, H Zakaria kepada sejumlah waratwan
baru-baru ini mengatakan, sejumlah anak-anak sekolah kini harus berjibaku
dengan debu pasir saat melintas di jalan poros Muntai, Bantan Tengah, Bantan
Tua dan di beberapa titik lainnya.
Tidak hanya anak-anak sekolah, sejumlah rumah yang berada di pinggir jalan
yang sudah dibase, juga harus menerima kenyataan "diserang" debu pasir saban
hari. "Apalagi saat melintas di jalan yang sudah dibase berpapasan dengan
mobil, bertambah ajablah warga," kata Zakaria.
Saat ini kata Zakaria, debu pasir memang berkurang dan hampir tidak ada
lagi, karena tingginya intensitas hujan. Namun jika ramalan BMKG benar, bahwa
di bulan Mei atau Juni ini akan kembali terjadi musim panas, maka warga yang
berdiam di sepanjang jalan yang sudah dibase akan kembali menghirup debu pasir.
Tidak hanya persoalan debu kata Zakaria, di beberapa titik jalan Bantan
juga mengalami kerusakan cukup parah. Seperti di jalan poros Muntai, Teluk
Pambang dan lainnya.
"Saban tahun masyarakat berkutat dengan persoalan kerusakan jalan. Kapan
masyarakat akan menikmati jalan mulus seperti di kota Bengkalis atau di daerah
lain. Hendaknya ini menjadi perhatian pemerintah untuk menggesa segera
diselesaikan proyek jalan ini," pinta Zakaria.
Sebelum ini anggota DPRD Bengkalis asal Bantan, Sofyan juga mendesak
pemerintah segera memperbaiki kerusakan jalan Bantan. Pemkab kata Sofyan bisa
menggunakan dana perawatan jalan yang sudah dianggarkan tahun 2014 ini.
Perbaikan jalan Bantan mendesak kata Sofyan, mengingat dalam waktu
dekat pekerjaan fisik tahun 2014 segera dimulai. Dikawatirkan kerusakan jalan
Bantan akan memperlambat atau mempersulit rekanana melangsir material. Atau
bahkan kondisi jalan bertambah rusak karena dilewati kenderaan pengangkut
material.
Terkait desakan terssebut, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Bengkalis, H
Muhammad Nasir sebelum ini mengatakan, pihaknya segera menyiapkan seluruh
dokumen lelang untuk diserahkan ke ULP. Diharapkan dalam waktu dekat proses
lelang sudah bisa dilakukan. (Bku)