
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh meminta kepada
kepala desa untuk selalu memperhatikan masalah administrasi, sehingga terwujud
tertib administrasi. Hal ini penting guna menunjang roda pemerintahan yang baik
di tingkat desa. Dengan tertibnya administrasi, bisa menghindarkan seseorang
dari jeratan hukum.
"Kades itu garda terdepan pemerintahan, makanya dituntut melaksanakan peran
dan fungsinya melayani masyarakat secara baik dan maksimal. Salah satunya
adalah paham dan tertib dalam administrasi. Langkah ini penting, agar proses
pembangunan desa yang merupakan ujung pembangunan akan berjalan lancar," ujar
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh, baru-baru ini.
Tertib administrasi yang dimaksud antara lain terkait ketersediaan arsip
dokumen. Kemudian menyangkut tertib administrasi personil perangkat desa. Jika
ada pemberhentian perangkat desa, hendaknya melalui proses pembinaan yang
baik. "Harus diawali dengan teguran dan hukuman disiplin, bukan langsung
diberhentikan begitu saja tanpa ada alasan yang sah," ungkap Bupati.
Menyangkut masalah tertib administrasi keuangan dan aset desa. Diungkapkan
Bupati Bengkalis, terkait masalah administrasi keuangan, terutama menyangkut
anggaran dana APBDesa maupun ADD serta Inbup yang belum mengikuti ketentuan.
Penertiban administrasi keuangan ini dipandang perlu, agar dikemudian hari
tidak ditemukan adanya temuan dari pihak berwenang. Buruknya administrasi
keuangan, bisa saja akan menyeret seorang aparat desa ke ranah hukum.
"Agar tidak timbul masalah, saya kembali mengingatkan kepada seluruh Kades
agar benar-benar memberhatikan masalah ini, terutama bagi kades yang baru. Jika
ragu, bisa ditanyakan langsung kepada pihak BPMPD," ungkap Bupati lagi.
Begitupun soal administrasi kependudukan, kepala desa dituntut untuk
memantau terhadap para warga baru yang tidak memiliki dokumen sah.
Langkah ini guna memastikan agar pendatang baru tidak terlibat dalam aksi-aksi
kriminal dan teror yang menjadi target aparat keamanan. Jangan sampai, wilayah
Kabupaten Bengkalis disusupi orang-orang yang ingin membuat teror. (Bku)