Blue Diamond Foundation Asal Siwss Meminati Investasi di Pulau Terluar Rupat

Sabtu, 10 Mei 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pengusaha dari Blue Diamond Foundation dari Negara Siwss meminati investasi di Pulau Terluar Rupat. Investasi yang diminati khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata di kecamatan Rupat Utara maupun Rupat.

Hal itu disampaikan kepala dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis Eduar Daud, kamis (8/5) kepada wartawan terkait pengembangan pulau Rupat kedepannya. Dikatakan, kelompok usaha yang meminati investasi tersebut merupakan sebuah yayasan yang bergerak dalam investasi dunia pariwisata, yaitu Blue Diamond Foundation yang berkantor di Zurich Swiss.

"Blue Diamond Foundation ini sudah pernah mengadakan pembicaraan dengan kita pada tahun 2013 lalu untuk berinvestasi dalam pengembangan pariwisata di pulau Rupat. Sementara pembicaraan lanjutan akan dilakukan pada tanggal 26 Mei ini antara pimpinan Blue Diamond Foundation dengan bupati Herliyan Saleh," jelas Eduar.

Sektor investasi yang diminati kelompok dari Swiss ini adalah pembangunan resort, yang direncanakan akan dibangun di kawasan pantai Teluk Rhu atau Tanjung Lapin kecamatan Rupat Utara. Disamping itu Blue Diamond juga menyatakan keinginan mereka mendirikan sekolah/pendidikan perhotelan dan pariwisata berstandar internasional berupa college.

Dijelaskan Eduar, untuk sector infrastruktur kelompok usaha tersebut tidak terlibat, karena pembangunan infrastruktur berupa jalan, pelabuhan, air dan listrik merupakan tanggungjawab pemerintah. Karena kalangan pengusaha tersebut tidak mungkinmelakukan investasi juga di bidanginfrastruktur. Untuk resort yang direncanakan juga memenuhi standar internasional bagi kenyamanan wisatawan.

"Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti rencana kerjasama tersebut, dengan pembicaraann dua arah antara pimpinan Blue Diamond dengan Bupati Bengkalis. Pertemuan akan dilaksanakan di kota Bengkalis," jabar Eduar lagi.

Ditambah, selain pembenahan infrastruktur dasar, sector lain yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan jaringan telekomunikasi, perbankan, imigrasi dan pelabuhan. Pengusaha dari Swiss tersebut juga sudah melihat langsung potensi alam yang dimiliki pulau Rupat, sehingga mereka tertarik untuk menanam modal di Rupat. (Bku)