
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Pengusaha dari Blue Diamond Foundation dari Negara
Siwss meminati investasi di Pulau Terluar Rupat. Investasi yang diminati
khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata di kecamatan Rupat Utara maupun
Rupat.
Hal itu disampaikan kepala dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
(Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis Eduar Daud, kamis (8/5) kepada wartawan
terkait pengembangan pulau Rupat kedepannya. Dikatakan, kelompok usaha yang
meminati investasi tersebut merupakan sebuah yayasan yang bergerak dalam
investasi dunia pariwisata, yaitu Blue Diamond Foundation yang berkantor di
Zurich Swiss.
"Blue Diamond Foundation ini sudah pernah mengadakan pembicaraan dengan
kita pada tahun 2013 lalu untuk berinvestasi dalam pengembangan pariwisata di
pulau Rupat. Sementara pembicaraan lanjutan akan dilakukan pada tanggal 26 Mei
ini antara pimpinan Blue Diamond Foundation dengan bupati Herliyan Saleh," jelas
Eduar.
Sektor investasi yang diminati kelompok dari Swiss ini adalah pembangunan
resort, yang direncanakan akan dibangun di kawasan pantai Teluk Rhu atau
Tanjung Lapin kecamatan Rupat Utara. Disamping itu Blue Diamond juga menyatakan
keinginan mereka mendirikan sekolah/pendidikan perhotelan dan pariwisata
berstandar internasional berupa college.
Dijelaskan Eduar, untuk sector infrastruktur kelompok usaha tersebut tidak
terlibat, karena pembangunan infrastruktur berupa jalan, pelabuhan, air dan
listrik merupakan tanggungjawab pemerintah. Karena kalangan pengusaha tersebut
tidak mungkinmelakukan investasi juga di bidanginfrastruktur. Untuk resort yang
direncanakan juga memenuhi standar internasional bagi kenyamanan wisatawan.
"Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti rencana kerjasama tersebut,
dengan pembicaraann dua arah antara pimpinan Blue Diamond dengan Bupati
Bengkalis. Pertemuan akan dilaksanakan di kota Bengkalis," jabar Eduar lagi.
Ditambah, selain pembenahan infrastruktur dasar, sector lain yang perlu
mendapat perhatian adalah ketersediaan jaringan telekomunikasi, perbankan,
imigrasi dan pelabuhan. Pengusaha dari Swiss tersebut juga sudah melihat
langsung potensi alam yang dimiliki pulau Rupat, sehingga mereka tertarik untuk
menanam modal di Rupat. (Bku)