
Bengkalis, Beritaklik.Com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bengkalis
telah mempunyai pendonor pasif mencapai 900 rorang lebih. Mereka siap
mendonorkan darahnya kapan saja dibutuhkan dapat masyarakat.
Seperti disampaikan Ketua PMI Kabupaten Bengkalis, H Usman, Rabu (14/5),
dari 900 lebih pendonor pasif tersebut semuanya sudah diketuhui golongan
darahnya masing masing. "Jumlah pendonor pasif hampir 1000 orang tersebut
sudah dapat mencukupi kebutuhan darah yang di Bengkalis. Walau demikian kita
juga tetap melakukan sosialisasi pada masyarakat agar ada kemauan untuk
melakukan donor darah sebab selain membantu orang yang membutuhkan juga orang
yang mendonor darah itu ada efek baiknya untuk menjaga kesehatan, " ujar
Usman.
PMI tidak bisa mengumpulkan stok darah yang berlebihan, lantaran bila lebih
dari 18 hari, darah menjadi kedalauarsa yang tidak dapat untuk digunakan lagi.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menanamkan kepada 900 pendonor pasif
untuk berjaga-jaga bila ada masyarakat membutuhkan langsung dihubungi untuk
datang ke Kantor PMI.
Untuk menghindari dan mengantisipasi para calo darah, Usman mengungkapkan, jika
ada orang yang membutuh darah, pihak PMI tidak akan semerta merta memberikan
pada seseorang kalau tidak ada rujukkan dari dokter menanggani pasien yang
membutuhkan darah.
"Tujuan kita untuk menghindari calo darah. Sebelum sekretariat PMI pindah
dibelakang RSUD tahun 2010, kita sering terjadi kebobolan dengan para calo.
Makanya setelah sekretariatan pindah di belakang RSUD dari tahun 2011, sudah
tidak ada lagi calo darah. Jika seseorang membutuhkan darah harus membawa
rujukan dari dokter, " terang Usman.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang mebutuhkan darah agar datang ke
Sekretariat PMI di belakang RSUD Jalan Kelapapati Darat-Bengkalis dengan
membawa rujukan dari Dokter dan kita siap membantu, sebab disana sekretariatan
itu sudah ada dua orang tenaga ahli. (Bku)