
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh (tengah) menekan tombol sirine ketika membuka MTQ tingkat Kecamatan Rupat Utara yang dipusatkan di pinggir pantai Desa Tanjung Punak, Kamis (15/6) malam.
RUPAT UTARA,
Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh mengingatkan umat
Islam agar lebih mendalami dan mengamalkan
nilai-nilai isi dan kandungan Alquran. Hal hanya bisa dilakukan kalau umat
Islam selalu membaca Alquran, bukan sebaliknya menjadikan Alquran sebagai
barang hiasan tersimpan rapi dalam lemari.
Sindiran tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Junjungan ini saat
memberikan sambutan pada acara pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Rupat Utara,
Kamis malam (15/5). Berbeda dengan MTQ tingkat kecamatan lainnya, MTQ tingkat
Kecamatan Rupat Utara sengaja mengambil lokasi di pinggir pantai Desa Tanjung
Punak.
Herliyan mengatakan, seperti diketahui pada zaman
dahulu, ketika rumah umat Islam hanya diterangi lampu minyak tanah, terdengar
lantunan Alqur'an yang dibacakan oleh anak maupun orang tua. Perkembangan
teknologi dan globalisasi menyebabkan umat Islam mulai jauh dari Alquran.
Lantunan Alquran nyaris tak terdengar lagi di rumah-rumah umat Islam.
"Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh umat Islam dan anak muda untuk
sering membaca kitab suci Alquran. Miris rasanya, ada sebagian umat islam
menjadikan kitab suci Alqur'an ini hanya menjadi barang hiasan yang disimpan di
lemari," katanya.
Padahal, sambung Herliyan, Alqur'an merupakan kitab suci yang merupakan
sumber petunjuk dalam beragama dan pembimbing dalam menjalani kehidupan di
dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al
Isra' ayat 9, "Sesungguhnya al quran ini memberi petunjuk ke jalan yang lebih
lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal
shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar".
Melalui momentum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Bupati
mengajak satukan tekad untuk mendekatkan diri dengan Alqur'an. Salah satunya
adalah melalui gerakan membaca Alquran usai shalat Maghrib atau tradisi
maghrib mengaji. "Mari ajak anak-anak kita untuk lebih giat membaca,
mempelajari dan mendalami Alqur'an, sehingga akan dapat membentuk pribadi yang
santun dan berakhlakul karimah," kata Herliyan.
Perlu diingat, sambung Bupati, budaya Maghrib mengaji tidak hanya ditujukan
bagi anak-anak, melainkan harus dilaksanakan oleh para orang tua umat Islam.
Tradisi Maghrib mengaji banyak memberikan manfaat, diantaranya, terjalin
komunikasi antara anak dengan orang tua, sehingga dapat berbagi ilmu agama
serta akhlak dan budi pekerti.
"Kemudian dapat menghindari diri dari kegiatan-kegiatan malam, seperti
penyimpangan prilaku, penggunaan obat-obat terlarang, minuman keras, kenakalan
remaja dan pengaruh lingkungan lainnya". (Bku)
Keterangan Foto : Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh (tengah) menekan tombol sirine ketika
membuka MTQ tingkat Kecamatan Rupat Utara yang dipusatkan di pinggir pantai Desa Tanjung Punak, Kamis (15/6) malam.