Kenegarian Rumbio Menjadi Kampung Adat Kampar

Senin, 07 Januari 2013

Bangkinang.Upaya pemerintah daerah Kabupaten Kampar dalam melestarikan dan menjaga keaslian budaya  daerah, pemerintah setempat segera membangun Perkampungan adat  di Kenagarian Rumbio sebagai objek wisata sejarah.

Rencana ini mendapat sambutan baik oleh para ninik Mamak Kenagarian Rumbio. Hal ini langsung ditindak lanjuti dengan melakukan pertemuan adat untuk membahas masalah tersebut pada Senen (7/1) bertempat di Masjid  Jami'k Desa Pulau Payung Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar.

 Menurut  Pucuk Adat Kenagarian Rumbio Edi Susanto Datuok Godang kepada wartawan Senen (7/1) mengungkapkan bahwa konsep awal pembangunan perkampungan Adat ini merupakan hasil musyawarah dari ninik mamak  di Kanagarian Rumbio," Saat itu dilaksanakan peresmian Masjid Adat Kenagarian dan ketika itu di hadiri oleh Bapak Jefri Noer yang waktu itu masih sebagai anggota DPRD Riau lalu para ninik mamak menyampaikan langsung maksud pembangunan perkampungan adat ini,"terangnya.

"Rencana ini disambut baik oleh Bapak Jefri Noer waktu itu dan sekarang  Bapak Jefri Noer telah menjadi Bupati Kampar dan beliau meminta kembali konsep pembangunan perkampungan adat ini dilakukan pembangunan secepatnya,"ujarnya.

Dikatakannya, dalam pertemuan dengan ninik mamak juga membahas rencana pergantian lahan seluas 1.7 Ha untuk pembangunan perkampungan adat tersebut," Perkambungan ini nantinya akan dibagi tiga zona utama, Zona A merupakan pusat pelestarian dan pengembangan budaya, zona B untuk pusat Pelestarian pengembangan budaya dimana pada zona ini akan dibangun rumah adat suku yang ada di kanagarian Rumbio dan dilengkapi dengan sebuah museum dan balai pertemuan adat yang lokasinya berada di pinggiran sungai Kampar,"ungkapnya.

 Kawasan terakhir yakni zona C menjadi zona komersil dan pusat jajanan serta kuliner khas kabupaten Kampar," Diperkirakan pembangunan ini akan menghabiskan dana sebesar kurang lebih Rp. 11 Miliar dan akan dibiayai melalui dana shering APBD Kampar dan APBD Propinsi Riau dan APBN,"tuturnya.

Sementara itu Ketua  Tim Sembilan Pembangunan Perkampungan Adat Kamurazaman Datuok Putioh menyatakan bahwa rencana awal yang akan dilakukan oleh ninik mama adalah menginventarisir lahan yang akan diganti rugi," Karena sebagian lahan merupakan lahan milik warga,"jelasnya.(*)