
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menghadiri acara santunan dan silaturahmi yang diadakan oleh Forum Lembaga Musyawarah Kelurahan Jakarta Timur, di GOR Matraman, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014)
JAKARTA,
Beritaklik.Com - Sekelompok orang yang mengatasnamakan Progress 98 melaporkan Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (30/5/2014). Mereka
meminta KPK mengusut langkah Jokowi yang menggalang sumbangan dana masyarakat
untuk maju sebagai calon presiden 2014 bersama dengan calon wakilnya, Jusuf
Kalla.
Ketua Progress 98 Faizal Assegaf mengatakan, Jokowi dilarang menerima dana dari
masyarakat meskipun dia berstatus cuti dari jabatannya sebagai Gubernur DKI.
Dia menganggap Jokowi telah menerima gratifikasi dengan mendapatkan sumbangan
dana dari masyarakat.
"Dugaan penggalangan dana karena dia masih menjabat sebagai gubernur,
hanya cuti. Jadi di dalam undang-undang antikorupsi itu jelas diatur,
gratifikasi, atau hadiah bentuk tindak pidana korupsi. Kami ingin memberikan
laporan supaya KPK menindaklanjuti supaya tidak terjadi tindak pidana korupsi
berkelanjutan," kata Faizal di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.
Dia meminta Jokowi melaporkan uang hasil penggalangan dana tersebut kepada KPK
seperti halnya ketika Jokowi menerima bas dari personel band Metalica beberapa
waktu lalu.
Progress 98 yang mengklaim terdiri dari mantan aktivis 1998 tersebut menduga
ada indikasi kejahatan perbankan di balik penggalangan dana tersebut. Faizal
menengarai usulan pembukaan rekening tersebut berasal dari orang-orang kuat
yang berada di bidang perbankan.
"Mungkin ada parkiran dana di Singapura, tetapi kemudian mau di-switch dari Singapura, tapi atas
nama masyarakat Indonesia?" kata dia.
Ketika mengunjungi posko tim kampanye nasional di Jakarta Selatan, Selasa
(27/5/2014), Jokowi mengumumkan nomor rekening yang ditujukan untuk memenangkan
dirinya serta calon wakil presiden Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014.
Jokowi memilih sebuah bank pelat merah untuk membuka rekening atas nama Joko
Widodo Jusuf Kalla untuk menampung dana sumbangan tersebut. Ia menyebutkan,
pembuatan rekening itu untuk memenuhi asas transparansi dan agar keuangan
kampanye dikoordinasi dengan lebih baik. Terlebih lagi, uang dikelola tim
sendiri. Sumber : kompas.com (Bki)
Keterangan Foto : Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menghadiri acara
santunan dan silaturahmi yang diadakan oleh Forum Lembaga Musyawarah Kelurahan
Jakarta Timur, di GOR Matraman, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).