
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis asal Rupat, Abdul
Kadir mengaku cukup kecewa dengan progres pekerjaan proyek multiyears
jalan poros Pulau Rupat (Batu Panjang- Pangkalan Nyirih). Rekanan pemenang
tender dinilai tidak memiliki itikad baik, buktinya sampai saat ini progres
pekerjaan di lapangan tidak sampai 5 persen.
Kendati sudah 6 bulan sejak pemenang tender diumumkan, namun samai saat ini
pekerjaan proyek di lapangan tidak lebih dari 5 persen. Bukan hanya itu kata
Kadir, rekanan juga terkesan mau enaknya sendiri, mengerjakan proyek tidak
dimulai dari titik nol di Batu Panjang, tapi di mulai dari tengah-tengah di
mana kondis jalan masih bagus.
"Mestinya rekanan mengerjakan dari titik nol di Batu Panjang, karena di sana
kondis jaan sudah sangat parah. Tapi yang terjadi, rekanan malah mengerjakan
dari lokasi jalan yang masih bagus, dan pekerjaannya hanya merapikan jalan
saja," kesal Kadir.
Tidak hanya itu, rekanan juga dinilai tidak profesional. Operator alat berat
menggali lumpur atau parit di pinggir jalan, lalu lumpur itu dibuang ke tengah
jalan, akibatnya masyarakat malah kesulitan melintasi jalan bersangkutan.
"Kerjanya sangat tidak profesional dan terkesan main-main. Masak dikerjakan
tidak dari titik nol, hanya di tempat yang enak-enak saja, dan itupun hanya
merapikan jalan. Rekanan katanya profesional diambil dari luar, nyatanya tidak
lebih baik dari rekanan lokal," geram Kadir lagi.
Politisi PAN ini mendesak dinas Pekerjaan Umum untuk bersikap tegas. Ada kesan,
rekanan hanya ingin mengambil uang muka saja, mengingat progres pekerjaan di
lapangan sangat jauh dari schedule yang diharapkan. "Dinas PU kita harap
tidak diam saja, cek pekerjaan di lapangan, desak agar rekanan berkomitmen
dengan pekerjaannya," pinta Kadir.
Padahal kata Kadir, pemerintah bersama DPRD Bengkalis telah berkomitmen untuk
segera menuntaskan persoalan infrastruktur terutama jalan di sejumlah Kecamatan
di Bengkalis. Hal itu dibuktikan dengan besarnya anggaran yang diplot untuk
sejumlah proyek MY di Bengkalis.
"Sudah 10 hari ini tidak terlihat ada karyawan perusahaan yang bekerja di
lapangan, hanya alat-alat berat saja yang teronggok di pinggir jalan. Kadis PU
harus tegas, jangan diam dengan persoalan ini," pintanya.
Tidak hanya untuk proyek jalan poros pulau Rupat," Kadir juga minta PU segera
mengambil keputusan untuk persoalan proyek jalan lintas Bukit Batu-Mandau.
Kalau memang harus dibatalkan pemenang pertama ya batalkan saja, lalu ditender
ulang. Jangan diam sepert tak ada kejadian, padahal masyarakat sudah sangat
berharap," papar Kadir. (Bku)