Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Kecewa, Progres Jalan Poros Tidak Sampai Rupat Baru 5%

Ahad, 01 Juni 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis asal Rupat, Abdul Kadir mengaku cukup kecewa dengan progres pekerjaan proyek multiyears jalan poros Pulau Rupat (Batu Panjang- Pangkalan Nyirih). Rekanan pemenang tender dinilai tidak memiliki itikad baik, buktinya sampai saat ini progres pekerjaan di lapangan tidak sampai 5 persen.

Kendati sudah 6 bulan sejak pemenang tender diumumkan, namun samai saat ini pekerjaan proyek di lapangan tidak lebih dari 5 persen. Bukan hanya itu kata Kadir, rekanan juga terkesan mau enaknya sendiri, mengerjakan proyek tidak dimulai dari titik nol di Batu Panjang, tapi di mulai dari tengah-tengah di mana kondis jalan masih bagus.

"Mestinya rekanan mengerjakan dari titik nol di Batu Panjang, karena di sana kondis jaan sudah sangat parah. Tapi yang terjadi, rekanan malah mengerjakan dari lokasi jalan yang masih bagus, dan pekerjaannya hanya merapikan jalan saja," kesal Kadir.

Tidak hanya itu, rekanan juga dinilai tidak profesional. Operator alat berat menggali lumpur atau parit di pinggir jalan, lalu lumpur itu dibuang ke tengah jalan, akibatnya masyarakat malah kesulitan melintasi jalan bersangkutan.

"Kerjanya sangat tidak profesional dan terkesan main-main. Masak dikerjakan tidak dari titik nol, hanya di tempat yang enak-enak saja, dan itupun hanya merapikan jalan. Rekanan katanya profesional diambil dari luar, nyatanya tidak lebih baik dari rekanan lokal," geram Kadir lagi.

Politisi PAN ini mendesak dinas Pekerjaan Umum untuk bersikap tegas. Ada kesan, rekanan hanya ingin mengambil uang muka saja, mengingat progres pekerjaan di lapangan sangat jauh dari schedule yang diharapkan. "Dinas PU kita harap tidak diam saja, cek pekerjaan di lapangan, desak agar rekanan berkomitmen dengan pekerjaannya," pinta Kadir.

Padahal kata Kadir, pemerintah bersama DPRD Bengkalis telah berkomitmen untuk segera menuntaskan persoalan infrastruktur terutama jalan di sejumlah Kecamatan di Bengkalis. Hal itu dibuktikan dengan besarnya anggaran yang diplot untuk sejumlah proyek MY di Bengkalis.

"Sudah 10 hari ini tidak terlihat ada karyawan perusahaan yang bekerja di lapangan, hanya alat-alat berat saja yang teronggok di pinggir jalan. Kadis PU harus tegas, jangan diam dengan persoalan ini," pintanya.

Tidak hanya untuk proyek jalan poros pulau Rupat," Kadir juga minta PU segera mengambil keputusan untuk persoalan proyek jalan lintas Bukit Batu-Mandau. Kalau memang harus dibatalkan pemenang pertama ya batalkan saja, lalu ditender ulang. Jangan diam sepert tak ada kejadian, padahal masyarakat sudah sangat berharap," papar Kadir. (Bku)