Menuju Bengkalis Zero Filariasis 2017, Pemkab Kembali Programkan POMP

Selasa, 03 Juni 2014

BENGKALIS, Beritaklik.com - Setelah sukses memberikan obat secara massal pencegahan filariasis dua tahun terakhir dengan cakupan mencapai 87 persen pada tahun pertama dan 91 persen pada tahun kedua, Pemkab Bengkalis kembali berencana akan melaksanakan pemberian obat massal pencegahan (POMP) filariasis tahun ketiga, tepatnya pada September mendatang.

Untuk mewujudkan rencana ini, Senin (2/6), Pemkab Bengkalis melalui Dinas Kesehatan Bengkalis telah melaksanakan pertemuan koordinasi pengobatan massal filariasis yang dihadiri narasumber dari Research Triangle Institute (RTI) USAID, dr. Hj Sri Suryaningsih MSc dan Hj. Nina Meilina.

Bupati Bengkalis diwakili Asisten III Setdakab Bengkalis, Dr. Herdi Salioso saat membuka pertemuan itu sangat berharap semua sasaran di Kabupaten Bengkalis, minum obat tanpa ada yang terlewati. Sehingga program POMP ini berhasil baik dan tidak ada lagi masyarakat kabupaten Bengkalis yang terjangkiti penyakit filariasis (kaki gajah).

Memang ada masyarakat yang menolak meminum obat pencegahan penyakit kaki gajah karena adanya dampak setelah meminum obat seperti mual, muntah demam, keluar cacing, mengantuk dan lainnya.

"Adanya gejala yang timbul setelah meminum obat tersebut, sebagai reaksi umum dari obat yang bermerk albendazol , yang mematikan cacing di dalam perut (usus) seperti cacing gelang, kremi, cacing cambuk dan cacing tambang," ujar Herdi.

Pemberiana obat albendazol dapat meningkatkan efek obat DEC dalam mematikan cacing filaria dewasa dan mikrofilafia. Sehingga penggunaan obat albendazol dalam pemberian obat massal filariasis juga akan efektif mengendalikan prevalensi cacing usus.

"Bila tubuh sudah terinfeksi filariasis dan tidak dilakukan pencehahan dengan minum obat albendazol dan DEC dalam POMP Filariasis ini, dapat menimbulkan cacat menetap yaitu pembesaran pada kaki dan tangan, buah zakar, payudara dan alat kelamin wanita," ingat Herdi.

Mengingat tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pengobatan massal filariasis ini cukup besar, dan akibat yang ditimbulkan penyakit kaki gajah ini, Herdi mengharapkan pihak Dinas Kesehatan dapat bekerjasama dan melibatkan instansi pemerintah lainnya, kelurahan/desa, pihak swasta dan lainnya.

Kadis Kesehatan, Moh Sukri menjelaskan, pelaksanaan pemberian obat massal filariaris pada Minggu IV September 2014 dilakukan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis.

"Tujuan pemberian obat filariasis ini, agar penyakit kaki gajah ini tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat dalam menuju Kabupaten Bengkalis zero filariasis pada tahun 2017," ujar Sukri. (Bku)