Disperindag Akan Ajukan Tambahan Kuota ke Pertamina, Antisipasi Lonjakan Kebutuhan BBM Saat Lebaran

Kamis, 12 Juni 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis berupaya semaksimal mungkin pasokan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji tidak terganggu saat puasa dan lebaran nanti. Guna mengantisipasi hal itu, Disperindag akan menyurati Pertamina minta penambahan kuota BBM untuk APMS, mengingat kebutuhan saat lebaran nanti diprediksi bakal meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

"Arus kendaraan yang masuk ke Pulau Bengkalis saat lebaran nanti diprediksi bakal meningkat menyusul banyaknya masyarakat yang pulang berlebaran. Kondisi ini tentu akan berimbas pada meningkatnya konsumsi BBM, khususnya premium. Makanya kita akan menyurati Pertamina untuk penambahan kuota," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis, H Ismail kepada wartawan, Kamis (12/6).

Dipaparkan Kadisperindag, tahun lalu pihaknya juga melakukan hal serupa. Alhamdulillah, mendapat respon positif dari pihak Pertamina dengan memberi penambahan 100 KL untuk 4 APMS atau setiap APMS mendapat tambahan sebanyak 25 KL, sehingga tidak terdengar lagi ada keluhan dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM.

"Tahun ini kita juga berharap juga demikian. Karena jika tidak ada penambahan kuota dari hari biasa, dikhawatirkan stok akan putus saat lebaran nanti mengingat konsumsi BBM akan meningkat," ujar mantan Kadishut Bengkalis ini.

Ditambahkan Kadisperindag didampingi Sekretaris Disperindag Alfakhrurrazy dan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Raja Arlingga, bahwa kuota yang diberikan Pertamina untuk setiap bulannya khusus untuk Pulau Bengkalis sebanyak 1.300 KL untuk 6 APMS.

"Kita berharap tahun ini kalau bisa semua APMS mendapat tambahkan kuota dari Pertamina, termasuk APMS di Bukitbatu dan Pulau Rupat yang totalnya berjumlah 12 APMS. Sehingga kita tidak khawatir lagi terjadi kekurangan saat lebaran nanti," timpal Razy.

Ditambahkan Ismail, minggu depan pihaknya juga akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait seperti APMS, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dan pengelola feri penyeberangan (roro) guna membahas masalah distribusi BBM ini agar tidak terjadi kendala saat lebaran nanti.

"Kita juga ingin mengetahui berapa sebenarnya kebutuhan BBM untuk feri penyeberangan. Jangan sampai nanti gara-gara tidak ada BBM, penyeberangan jadi terganggu. Makanya dari awal kita antisipasi, jangan sudah kejadian baru dilakukan antisipasi, bisa terganggu arus penyeberangan," harap Ismail. (Bku)