
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Bengkalis akan menjadi tuan rumah untuk kegiatan
pelatihan implementasi kurikulum 2013. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama
tiga tahap dalam rentang waktu 15 - 29 Juni mendatang itu melibatkan guru-guru
dari tiga kabupaten/kota yaitu Bengkalis sebagai tuan rumah, Meranti dan Dumai.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Bengkalis, Zamhur kepada
wartawan, Jum'at (13/6) mengatakan, dipilihnya Bengkalis sebagai tuan rumah
untuk pelatihan implementasi kurikulum 2013 karena dari tiga kabupaten/kota
tersebut, Bengkalis memiliki sekolah yang paling banyak.
"Sekolah yang ada di Kabupaten Bengkali paling banyak, sementara disisi lain
instruktur dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan,red) sendiri terbatas.
Jadi untuk lebih memudahkan, dipilihlah Bengkalis sebagai tuan rumah," ujar
Zamhur dan diaminkan Kasi Pendidikan Menengah Khazali yang turut mendampingi.
Menurut Zamhur, kegiatan pelatihan implementasi kurikulum 2013 merupakan
persiapan untuk penerapan kurikulum tersebut pada tahun ajaran baru mendatang.
Sesuai dengan instruksi dari pusat, seluruh sekolah, kecuali kelas 6 SD, dan
kelas 3 SLTP/SLTA, sudah diwajibkan untuk menerapkan kurikulum 2013. Sedangkan
untuk kelas 6 SD dan kelas 3 SLTP/SLTA tetap menggunakan kurikulum lama
(KTSP).
Sementara itu, Khazali menambahkan, pelatihan implementasi kurikulum 2013 itu
merupakan program dari pusat sebagai persiapan untuk penerapan di sekolah.
Kegiatan dibagi tiga tahap dalam rentang waktu dari tanggal 25 sampai dengan 29
Juni. Sedangkan instruktur yang akan memberikan materi melibatkan instruktur
dari LPMP dan juga lokal (Bengkalis,red).
"Dari LPMP sebanyak 2 orang sedangkan instrutkur lokal sebanyak 24 orang.
Instruktur lokal ini sudah diakui dan mendapat persetujuan dari LPMP," kata
Khazali seraya menambahkan, untuk bisa menjadi instruktur harus memenuhi
beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh LPMP.
Menurut Khazali, guru-guru yang akan mengajar memang perlu dibekali dengan
implementasi kurikulum 2013, karena ada beberapa perbedaan bila dibandingkan
dengan kurikulum KTSP. "Kita berharap dari pelatihan guru implementasi
kurikulum 2013 terjadi perubahan pola fikir guru dalam mempersiapkan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran
sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan
baik dan benar," ujarnya. (Bku)