
Capres dari poros Gerindra, Prabowo Subianto berbincang dengan capres dari poros PDIP, Jokowi-JK saat acara pengundian dan penetapan nomor urut untuk pemilihan presiden Juli mendatang di kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2014). Pada pengundian ini, p
JAKARTA, Beritaklik.Com - Elektabilitas calon presiden Prabowo Subianto terus meningkat menjelang
pelaksanaan Pilpres 2014. Meski elektabilitasnya itu masih di bawah
elektabilitas calon presiden Joko Widodo, selisihnya hanya ada di kisaran 6
persen.
Berdasarkan hasil survei terakhir yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia
(LSI), elektabilitas Prabowo sebesar 38,7 persen per Juni 2014, sedangkan
elektabilitas Jokowi sebesar 45 persen.
"Dukungan terhadap Prabowo terus menanjak. Selisih kekalahannya terhadap
Jokowi terus mengecil. Kini selisih di antara kedua capres hanya sekitar 6
persen," kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby, Minggu (15/6/2014).
Adjie menerangkan, sebelumnya LSI telah melakukan tiga survei elektabilitas
terhadap Prabowo dan Jokowi. Survei pertama pada September 2013, elektabilitas
Jokowi saat itu 50,3 persen, sementara Prabowo hanya 11,1 persen. Kemudian,
pada Maret 2014, elektabilitas Jokowi menurun menjadi 46,3 persen, sementara
elektabilitas Prabowo 22,1 persen.
"Survei awal Mei 2014 ditambah wakil presiden, Jokowi 35,42 persen dan
Prabowo 22,75 persen," ujar dia.
Survei terakhir LSI dilakukan dalam periode 1-9 Juni 2014 dengan metode multistage
random sampling. Ada 2.400 responden di seluruh Indonesia yang
didata dengan cara teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Tingkat margin of
error survei ini sekitar dua persen. Sumber : kompas.com (Bki)
Keterangan Foto : Capres dari poros
Gerindra, Prabowo Subianto berbincang dengan capres dari poros PDIP, Jokowi-JK
saat acara pengundian dan penetapan nomor urut untuk pemilihan presiden Juli
mendatang di kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2014). Pada pengundian ini,
pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan nomor urut satu sedangkan Jokowi-JK nomor
urut dua.