
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh melalui Sekretaris Daerah Kabupaten
Bengkalis H Burhanuddin menegaskan bahwa Bengkalis siap menjadi Kabupaten/Kota
Layak Anak (KLA). Hal tersebut disampaikan Sekda saat membuka Rapat Koordinasi
(Rakor) Gugus Tugas KLA Kabupaten Bengkalis di kantor Badan Pemberdayaan
Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP KB), Rabu (18/6).
Menurut Sekda anak merupakan potensi yang sangat penting, generasi penerus masa
depan bangsa, penentu kualitas SDM Indonesia yang akan menjadi pilar utama
pembangunan nasional, sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapat
perlindungan secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat.
"Tidak dapat dipungkiri akhir-akhir ini masih banyak terjadi kekerasan terhadap
anak, anak yang terdiskriminasi, eksploitasi anak, anak berhadapan dengan
hukum, kejahatan seksual, dan lain-lain. Oleh karenanya upaya menjadi kota
layak anak tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab melindungi hak-hak
anak." ujar Sekda.
Dilanjutkan Sekda, salah satu penyebab dari munculnya berbagai masalah sosial
tersebut antara lain adalah belum adanya kebijakan pemerintah mengenai
Kabupaten/Kota Layak Anak yang mengintegrasikan sumber daya pembangunan
untuk memenuhi hak anak.
"Oleh karena itu, Pemkab memandang perlu adanya kebijakan KLA sebagai
langkah awal dalam rangka menciptakan pembangunan yang peduli terhadap
kebutuhan dan kepentingan anak", imbuhnya lagi.
Sementara Menurut Kepala BPP KB Kabupaten Bengkalis, H. Mustafa Hamid yang
ditemui di sela-sela acara mengatakan untuk mewujudkan Bengkalis Kota Layak
Anak ada 31 indikator yang harus dipenuhi yakni sebesar 1.000 bobot nilai. Hal
ini sesuai amanah dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak RI Nomor 12 tahun 2011 tentang indikator kabupaten/ kota
layak anak.
"Rakor hari ini sebagai salah satu upaya untuk mengetahui sejauh
mana masing-masing dinas instansi terkait telah, sedang dan akan
merencanakan kegiatan terkait dengan maksud dari indikator KLA, dimana BPP KB
Bengkalis sudah mempersiapkan indikator-indikator terpilah dari masing-masing
dinas instansi terkait yang nanti akan kita bahas secara bersama-sama,"
tutup Mustafa Hamid. (Bku)