
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Apa yang dikawatirkan banyak pihak akhirnya terjadi juga. Cuaca panas
ekstrim yang terjadi dua minggu terakhir menyebabkan sejumlah lahan kembali
terbakar. Tercatat lima titik api yang terpantau di pula Rupat telah
memberangus sekitar 100 hektar lahan warga.
Kepala Badan BPBD-Damkar melalui Kabid Damkar, Suiswantoro, Jumat (20/6)
mengatakan, lima titik kebakaran di pulau Rupat sudah terjadi sejak 4 hari
lalu. 18 personil Damkar sudah diterjunkan ke loasi kebakaran sejak 3 hari
lalu.
Lima titik kebakaran tersebut adalah, Kampung Jawa, desa Sei Injab, Kelurahan
Batu Panjang, dusun Jeram dan desa Terkul. Selain dilakukan pemadaman melalui
jalur darat oleh personil Damkar, juga dilakukan pemadaman lewat udara
(booming) menggunakan 1 unit helikopter BNPB.
''Sejak tiga hari lalu personil kita sudah berjebaku melakukan pemadan. Kita
juga dibantu pemadaman lewat udara menggunakan 1 unit helikoptr milik BNPB
pusat. Setidakny sudah 42 kali melakukan pengboman air lewat udara,'' ujar
Suiswantoro.
Upaya pemadaman yang dilakukan tersebut membuahkan hasil, di empat titik
kebakaran api sudah bisa dikendalikan, hanya satu titik yakni di desa Terkul
yang masih cukup besar. "Kondisi panas dan angin kuat seperti ini membuat
penyebaran api sangat cepat. Kita terus berusaha maksimal, insyaallah kebakaran
akan segera teratasi," ujar Suis lagi.
Selain di pulau Rupat, kebakaran juga terjadi di Kecamatan Siak Kecil tepatnya
di desa Sei Linau. Ada tiga titik api terpantau di desa tersebut, kebakaran
juga sudah terjadi sejak 3 hari lalu.
''Kita sudah turunkan 20 personil Damkar dari Kecamatan Siak Kecil dan Bukit
Batu. Sejak beberapa hari lalu upaya pemadaman terus dilakukan, diperkirakan
satu atau dua hari ini api berhasil dijinakkan,'' Papar Suis.
Kebakaran baik di Pulau Rupat maupun di Siak Kecil, kuat dugaan dilakukan oleh
orang-orang yang melakukan pembersihan lahan. Kendati sudah berulangkali
diingatkan dan sudah banyak yang diamankan, namun sepertinya tidak membuat
masyarakat jera.
''Kita tidak henti dan bosan-bosannya mengingatkan dan menghimbau masyaraka
untuk tidak melakukan pembakaran, baik saat membuka lahan perkebunan baru atau
saat membersihkan lahan. Kalau sudah terjadi kebakaran bukan hanya pelaku yang
susah karena berurusan dengan hukum, tapi ribuan warga lain juga merasakan
dampaknya,'' papar Suis.
Untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrim dalam beberapa hari ke depan, Bupati
Bengkalis H Herliyan Saleh bakal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) menyangkut
kesiapan menghadapi cuaca ekstrim serta pengendalian Karhutla.
''Rakor ini menyangkut kesiapan kita menghadapi caca ekstrim serta kesiapan
kita dalam pengendalian Karhutla. Insaallah Rakor akan kita gelar, Selasa
(24/6) mendatang,'' ujar Suis. (Bku)