
Kelapa sawit saat dipamerakan di Jakarta Convention Center, Jumat(11/05/2012).
Kelapa sawit saat dipamerakan di Jakarta Convention Center,
Jumat(11/05/2012).
Beritaklik.Com - Wakil Menteri
Perdagangan, Bayu Krisnamurthi menyatakan teknologi pengolahan kelapa sawit
Indonesia merupakan yang terbaik di dunia.
"Penguasaan teknologi sawit dari hulu ke hilir Indonesia adalah yang
terbaik di dunia. Kita adalah produsen terbesar, eksportir besar. Untuk
penguasaan teknologinya kita yang paling baik," ujar Bayu di sela acara
International Oil Palm Conference (IOPC) 2014 di Bali.
Menurut Bayu, banyak pihak yang merujuk kepada Indonesia untuk mendalami
industri kelapa sawit. "Banyak sekali mereka yang belajar kepada kita,
baik untuk produksi, di hilirnya, dan pengolahannya," kata Bayu.
Meski penguasaan Indonesia dalam teknologi di industri ini merupakan yang
terbaik di dunia, namun bukan berarti harus merasa puas dan berhenti di sini.
"Kita harus jadi leader untuk mengembangkan teknologi dan pengetahuan
di bidang sawit, karena memang itu kepentingan kita," tegas dia.
Ia melanjutkan, saat ini sawit Indonesia merupakan komoditas yang membanggakan.
Sawit merupakan bahan ekspor terbesar yang dimiliki Indonesia. Ke depan, dunia
akan semakin membutuhkan sawit. "Oleh karena itu, mengaitkan antara bisnis
dengan riset merupakan sesuatu yang kami dorong. Kami menginginkan industri
sawit yang berkelanjutan. kami juga ingin sawit memberikan imbalan yang adil
kepada tiap-tiap pelaku, terutama petani," kata Bayu.
Menurutnya, 42 persen sawit Indonesia dihasilkan oleh petani kecil. Sementara
45 persen dikuasai perusahaan besar. Sisanya, sekitar 8 persen dipegang oleh
BUMN.
Bisnis sawit,
ia menambahkan, merupakan perlindungan untuk petani, karena harganya yang cukup
baik. Pemerintah sudah menerapkan kebijakan yang memastikan petani kecil
terlindungi, baik dari sisi harga, bibit maupun pendampingan untuk peningkatan
produktivitas dan lainnya.
"Produksi sawit kita sudah mencapai 29 juta ton per tahun. Peluang sawit
kita masih terbuka lebar. Tapi, kita harus menggunakan peneilitan yang ilmiah
untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang sawit sendiri," kata Bayu.
Hal itu penting dilakukan mengingat berbagai sektor usaha mulai melirik potensi
sawit sebagai bahan bakar minyaknya. Salah satunya adalah PT PLN. "PLN
sudah menyatakan ketertarikan dan begitu semangat untuk mengganti bahan bakar
mereka dari solar ke sawit. Ini juga memang keinginan pemerintah," kata
Bayu. Sumber : viva.co.id (Bki)