Dunia Usaha Dirugikan Efek Padamnya Listrik

Senin, 23 Juni 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis, Masuri mengkritik kinerja manajemen PLN Bengkalis yang dinilai tidak transparan dalam mengelola litrik di Pulau Bengkalis. Pemadaman bergilir yang sudah diberlakukan sejak beberapa bulan lalu, ditambah lagi dengan mati totalnya listrik di sebagian besar wilayah Bengkalis dan Bantan akibat gangguan jariang utama (feader express) di Jalan Hangtuah, Bengkalis, membuat berbagai sektor usaha mengalami kerugian, terutama yang berhubungan langsung dengan lisrtik.

"PLN harus transparan ke publik, soal pemadaman yang terjadi. Sektor usaha akan mengalami kerugian, masyarakat bisa dibuat resah dengan kondisi seperti ini karena sebahagian besar wilayah Pulau Bengkalis mati lampu. Seharusnya ada langkah signifikan dari PLN mengatasi krisis listrik yang terjadi sekarang," ujar Masuri kepada wartawan, Senin (23/6).

Ia juga mempertanyakan mou antara PLN dengan PT Meskom Sejati soal penambahan daya di Pulau Bengkalis. Seharusnya sekarang ini tidak terjadi lagi pemadaman bergilir, karena kebutuhan listrik warga semakin meningkat dan harus dibarengi kinerja PLN dalam memberikan layanan ke masyarakat.

"Kinerja PLN seharusnya semakin membaik, karena salah satu penopang perekonomian masyarakat adalah sektor listrik. Berapa kerugian sektor usaha dan masyarakat yang didap[at akibat pemadaman bergilir dan sekarang pemadaman total disebahagian wilayah Bengkalis ini," ujar Masuri mempertanyakan.

Krisis listrik di Kabupaten Bengkalis saat ini terjadi dikarenakan dua faktor, kekuarangan daya dan permasalahan distribusi jaringan. Upaya yang dilakukang PLN Ranting Bengkalis tidak akan berarti apa-apa jika PLN Pusat tidak turun tangan dalam melakukan penambahan daya dan peningkatan jaringan.

Protes keras dari masyarakat terus mengalir baik di Pulau Bengkalis, Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil maupun di Pulau Rupat terhadap PLN karena dianggap tak serius menangani kebutuhan listrik. "Kita ini selalu menjadi sasaran protes dan kemarahan warga. Padahal kondisi di lapangan mesin yang ada tak mampu lagi menampung beban listrik yang semakin besar, hal itu menyebabkan adanya pemadaman bergilir," ungkap Kepala PLN Sub Ranting Sungai Pakning.

Dipaparkan Ismed penambahan pelanggan yang terus terjadi membuat daya yang ada tak mencukupi. Solusinya, PLN Pusat mesti turun tangan memberikan penambahan daya mesin ataupun distribusi jaringan.

" Mei lalu Bupati Bengkalis sudah menyurati Direktur PLN Pusat agar di Kabupaten Bengkalis dilakukan penambahan daya," ujar Ismet sembari menunjukkan tembusan surat Bupati Bengkalis kepada Direktur PLN Pusat di Jakarta.

Namun hingga saat ini surat Bupati Bengkalis kepada Direktur Utama PLN (Persero) Pusat bernomor 671/89/DPE - EK/V/ 2014, Sifat : Penting, Perihal: Penambahan Daya dan Bantuan Jaringan Distribusi Listrik tertanggal 7 Mei 2014 belum ditanggapi PLN pusat. (Bku)