
Bocah umur 10 tahun terpaksa dirawat di RSUD Bengkalis akibat
luka bakar tadi malam.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN Ranting
Bengkalis pada Senin (23/6) malam tepatnya setelah manghrib memakan korban.
Seorang bocah usia 10 tahun dan ibunya, warga Desa Sebauk, Bengkalis terbakar
akibat lampu teplok yang hendak dihidupkan sebagai penerangan menggantikan
listrik PLN, meledak.
Hidayatullah, bocah umur 10 tahun warga Desa Sebauk, Kecamatan Bengkalis,
Kabupaten Bengkalis, terbakar gara-gara lampu minyak tanah yang ingin
dinyalakannya meledak. Kejadian naas itu sekitar pukul 18.30 WIB atau saat PLN
melakukan pemadaman. Karena gelap lalu bocah malang itu bersama
ibunya Norasimah (38), seorang janda yang tinggal di RT/RW 08/03 coba
menghidupkan lampu minyak tanah yang ada di rumahnya.
Namun naasnya, lampu teplok tersebut meledak dan membakar sekujur tubuh
anaknya. Ia juga mengalami luka bakar di bagian wajah.
"Listrik padam, kami ingin menghidupkan lampu minyak tanah. Tapi tiba-tiba
lampu itu meledak dan mengenai anak saya, sekujur tubuhnya mengalami luka bakar
lumayan parah di bagian depan disebabkan api itu lengket di bajunya," ujar
Norasimah ketika ditemui di RSUD tadi malam.
Hidayatullah kini dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Bengkalis kerena sekujur tubuhnya mengalami luka bakar mencapai 70
persen. Sementara Norasimah juga mengalami luka bakar di wajahnya.
Seperti diketahui, listrik di sebagian besar wilayah Pulau Bengkalis mengalami
gangguan pada jaringan utama bawah tanah (express feader) sejak Sabtu
(21/6/2014) malam lalu, menjelang maghrib tadi sudah berhasil diperbaiki oleh
tim teknis PLN sehingga lampu sudah normal kembali.
Anehnya, ketika perbaikan selesai dan listrik kembali menyala di wilayah yang
sempat mati dua hari dua malam itu, malah di wilayah Kelapapati dan Meskom,
termasuk Sebauk yang sebelumnya tidak mengalami gangguan, justru tiba-tiba
padam dan baru hidup kembali sekitar pukul 22.30 WIB. (Bku)