
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sejak memasuki masa
liburan sekolah, arus kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan roro meningkat tajam. Pantauan Senin (23/6) dan Selasa (25/6), antrean kendaraan di
penyeberangan roro Sungai Selari, Kecamatan Bukitbatu dan Air Putih, Kecamatan
Bengkalis cukup panjang.
Antrean kendaraan seperti pada Senin, mulai terjadi pada tengah hari hingga
malam hari. Di penyeberangan Air Putih, dari pukul 12.00 WIB jumlah kendaraan
terus merengsek memadati jalan menuju pelabuhan roro bahkan sampai ke APMS PT
BLJ yang didominasi kendaraan pribadi yang ingin keluar pulau Bengkalis.
Pengemudi kendaraan yang sampai di Air Putih tengah hari baru bisa menyeberang
pada pukul 15.30 WIB.
Disisi lain, kepadatan kendaraan juga terjadi di pelabuhan Sungai Selari,
ratusan mobil yang hendak menyeberang harus rela antri berjam-jam. Penyebab
antrian adalah masa liburan sekolah, jelang masuknya bulan suci Ramadhan
ditambah dengan kapal roro yang beroperasi hanya sebanyak tiga kapal dari lima
kapal yang tersedia melayari rute Pulau Bengkalis-Daratan Sumatera. Kondisi
tersebut tak urung membuat pengguna jasa roro kecewa, belum lagi ulah sejumlah
warga yang menerobos antrian dengan berbagai dalih.
"Sekarang ini musim liburan sekolah dan mudik balek kampung, baik
ke pulau Bengkalis maupun warga Bengkalis yang bepergian ke berbagai kota
di Riau dan luar Riau. Kita dapat kabar kalau kapal roro yang beroperasi hanya
tiga unit, padahal ada lima kapal yang sekarang bisa beroperasi, sehingga
antrian panjang seperti ini tak perlu terjadi. Seharusnya dua kapal yang
diparkir yang di pelabuhan kargo itu bisa beroperasi mengurangi
antrian," kesal Sidik, warga Bantan yang hendak ke Pekanbaru, Senin (23/6).
Pada Selasa kemarin, jumlah kendaraan yang menuju atau keluar pulau
Bengkalis masih cukup tinggi walau antrian yang terjadi tidak seperti sehari
sebelumnya. Namun seperti disambung Sidik, seharusnya ada solusi atau kebijakan
khusus dari dinas perhubungan Bengkalis maupun pengelola jasa penyeberangan
roro mengoperasikan dua kapal yang diparkir. Ia sendiri mengaku harus antri 4
jam di pelabuhan Air Putih padahal saat sampai di pelabuhan hanya antri
beberapa puluh meter dari loket karcis roro.
Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo)
kabupaten Bengkalis Jaafar Arif yang dikonfirmasi soal tersebut membenarkan
kalau terjadinya antrian kendaraan dalam beberal hari belakangan. Soal jumlah
kapal yang beroperasi ia menyebut bahwa dari hari Senin sampai Kamis hanya
dioperasikan tiga kapal dan pada Jumat sampai Minggu sebanyak empat kapal.
Selain itu ada kapal yang masih melakukan pengurusan administrasi berlayar
yaitu KMP Aeng Mas.
"Memang terjadi antrian kendaraan bermotor di dua pelabuhan tersebut
dikarenakan masa liburan sekolah dan warga yang datang maupun keluar pulau
Bengkalis pergi ziarah jelang bulan Ramadhan. Namun sesuai dengan aturan yang
sudah kita buat, Senin sampai Jumat hanya dioperasikan tiga kapal roro, dan
belum ada kemungkinan melakukan penambahan armada untuk berlayar pada waktu
tersebut," jawab Ja'afar.
Kemudian ditambah mantan Camat Bengkalis ini, KMP Aeng Mas sendiri masih melakukan pengurusan izin berlayar. Padatnya kendaraan membuat warga harus rela antrian dan pihak Dishubkominfo bersama pengelola jasa roro mengupayakan agar semua kendaraan yang antria bisa diseberangkan walaupun sampai malam hari. Kadis berharap supaya masyarakat bersabar untuk menyeberang serta tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji, diantaranya menyerobot antrean dengan berbagai alasan. (Bku)