
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin (kanan) didampingi Kadiskes Kabupaten Bengkalis, Moch. Sukri memimpin pertemuan Forum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Riau yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Rabu (25/6)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin (kanan) didampingi Kadiskes Kabupaten Bengkalis, Moch. Sukri memimpin pertemuan Forum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Riau yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Rabu (25/6).
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Meski APBD Kabupaten Bengkalis terbilang besar, tapi
banyak persoalan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan perlu medapat
dukungan baik dari APBN maupun APBD Provinsi Riau. Apalagi secara geografis
merupakan pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga, sehingga harus
mendapat perhatian.
"Kita dekat dengan negara luar, jangan sampai diabaikan dalam pembangunan,
khususnya di bidang kesehatan. Semua program harus masuk, baik itu sharing
dari provinsi maupun pusat. Kita well come," ujar Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Bengkalis, Moch. Sukri pada pertemuan Forum Koordinasi Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota se-Riau yang digelar di Bengkalis, Rabu (25/6).
Dipaparkan Sukri, ada sejumlah persoalan kesehatan di Negeri Junjungan
yang perlu penanganan secara bersama. Misalnya, saat ini Kabupaten Bengkalis
masih kekurangan tenaga bidan PTT (pegawai tidak tetap) untuk ditempatkan di
desa-desa mengingat Bengkalis sendiri belum bisa untuk melakukan pengangatan.
"Ada beberapa bidan PTT sudah mengundurkan diri. Kita berharap pada provinsi
untuk menempatkan bidan desa sebanyak-banyaknya, terutama untuk desa-desa yang
berada di pulau terluar seperti Bantan dan Rupat. Jangan sampai mereka
bermigrasi ke negara tertangga," ujar Sukri.
Sukri juga memaparkan sejumlah program Pemkab Bengkalis di bidang kesehatan,
baik yang sudah berjalan, sedang berjalan maupun yang akar berjalan. Seperti
program jaminan kesehatan masyarakat daerah (Jamkesmasda) yang sudah digulir
sejak tahun 2011.
"Semua masyarakat Kabupaten Bengkalis ditanggung berobat secara gratis oleh
Pemkab Bengkalis, tanpa melihat perbedaan ekonomi. Masyarakat cukup
memperlihatkan KTP dan KK Kabupaten Bengkalis, sudah bisa menikmati fasilitas
tersebut," tegas Sukri seraya menambahkan untuk saat ini jumlah masyarakat
Kabupaten Bengkalis yang terdaftar dalam program Jamkesmasda sebanyak 300.000 jiwa.
Sementara yang belum terdaftar sebanyak 34.000 jiwa.
Ditambahkan Sukri, untuk mempermudah masyarakat mencapai pusat-pusat kesehatan
seperti puskesmas dan rumah sakit, Pemkab Bengkalis juga menganggarkan bantuan
ambulans desa. Saat ini desa yang telah mendapat bantuan ambulans sebanyak 66
ambulans dan untuk tahun ini akan dianggarkan kembali sebanyak 22 ambulans
lagi.
"Target kita tahun 2015, tiap desa yang ada di Kabupaten Bengkalis memiliki
ambulans. Tujuan kita agar masyarakat yang jauh dari pusat-pusat kesehatan bisa
cepat tertangani bila membutuhkan," ujar Sukri.
Selain itu Pemkab Bengkalis juga telah membangun sejumlah puskesmas rawat inap,
puskesmas biasa, polindes dan fasilitas kesehatan lainnya kendati secara
fasilitas maupun pelayanan mungkin masih belum sempurna. Pemkab juga berencana
akan membangun rumah sakit di Pulau Rupat yang tanahnya sudah ada serta pusat
rehabilitasi narkoba di Bengkalis dan Mandau, tahun ini sudah dianggarkan detail
enggenering disain (DED).
Ditambahkan Sukri, pihaknya juga berencana akan membangun 1.000 jamban sehat
dalam upaya menekan angka penyakit diaere serta pembangunan instalasi
pengelohan akhir limbah (IPAL). "Silakan, apa yang provinsi bisa bantu, kita
siap menerima," ujar Sukri.
Puji Jamkesmasda Bengkalis

Suasana
pertemuan Forum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Riau yang digelar di
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Rabu (25/6).
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin,
mengatakan pertemuan Forum Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Riau ini rutin
digelar setiap tahunnya dimana tuan rumahnya digilir, dimana tahun ini
Bengkalis. Menurutnya, melalui pertemuan ini diharapkan ada masukan-masukan dan
sharing informasi terkait program pembangunan di bidang kesehatan di
masing-masing kabupaten/kota di Riau.
"Dana yang besar belum sepenuhnya bisa menuntas persoalan yang begitu banyak di
Riau, khususnya pembangunan di bidang kesehatan. Untuk itu perlu bantuan APBN
maupun APBD," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kadiskes Riau memuji program Jamkesmasda Kabupaten
Bengkalis yang sangat bagus dimana semua penduduk ditanggung biaya berobatnya
tanpa melihat latar belakang ekonomi. Terkait kekurangan bidan PTT di desa-desa
terpencil di Bengkalis, Zainal Arifin menyatakan siap membantu memfasilitasi
memperjuangkannya ke pusat.
"Bidan PTT ini tidak membebani APBD kita, karena gaji mereka ditanggung APBN.
Saya agak terkejut juga begitu Pak Sukri tadi menyampaikan kekurangan bidan
PTT, mengingat sebelumnya Bengkalis sempat menolak penempatan bidan PTT. Bisa
jadi ini miskomunikasi saja, melalui pertemuan seperti inilah kita luruskan,"
ujar.
Zainal juga menyampaikan ada alokasi dana sebesar Rp250 miliar di bidang
kesehatan bisa dimanfaatkan kabupaten/kota. Tentunya usulan yang disampaikan
harus bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, misalnya membangunan
fasilitas kesehatan seperti puskemas.
Kadiskes Riau juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama dengan
Eka Hospital untuk penanganan operasi bedah jantung, khusus untuk rujukan
jamkesmasda. Masayarakat Riau tidak perlu lagi harus melakukan operasi di Rumah
Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta, karena selain besarnya ongkos
transportasi yang diharus dikeluarkan, padatnya jadwal operasi juga menjadi
pertimbangan pihaknya melakukan kerjasama ini.
"Karena Eka Hospital sudah punya fasilitas itu, maka kita jalin kerjasama
khusus untuk rujukan operasi jantung. Tidak perlu lagi kita ke Jakarta atau
berobat ke negeri tetangga," ujarnya.
Pada pertemuan itu, manajemen Eka Hospital bekesempatan hadir dan mempresentasikan fasilitas penanganan operasi jantung yang mereka miliki. (Bku)