
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Meski antrean kendaraan bermotor baik roda dua maupun
roda empat masih terjadi di pelabuhan roro Air Putih dan Sei Selari, Dinas
Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis
mengklaim masih dapat ditangani dan terkendali.
"Sejak dua minggu belakangan ini, arus kendaraan yang menggunakan jasa
penyeberangan kapal ferry roro antara Pulau Bengkalis dengan daratan Sumatera
melonjak tajam. Kondisi tersebut masih dapat dikendalikan terutama pada hari
kerja yang dilayari tiga kapal feri (Senin sampai Kamis). Baru pada Jumat
hingga Minggu kapal feri beroperasi empat kapal," ungkap Kepala Bidang
Perhubungan Darat Dishubkominfo Bengkalis, Asnurial, Rabu (25/6).
Dipaparkan Asnurial, pada hari Senin sampai Kamis, sesuai aturan yang dibuat
sebelumnya serta kesepakatan dengan pengelola jasa penyeberangan hanya
dioperasikan tiga kapal saja. Tetapi sejak dua pekan belakangan pada hari
kerjapun jumlah kendaraan meningkat drastis yang menyebabkan terjadinya
antrean. Hanya saja antrean tersebut masih dapat dikendalikan dimana tiga kapal
yang beroperasi masih dapat melayani semua kendaraan yang ingin menyeberang.
Penyebab terjadinya antrean, menurut Asnurial, bukan hanya karena jumlah kapal
feri yang beroperasi, melainkan juga karena dermaga yang ada saat ini hanya
satu. Sehingga aktivitas bongkar muat kendaraan dari kapal ke darat harus
bergantian memakan waktu yang agak lama. Musim liburan sekolah serta akan
masuknya bulan suci Ramadan membuat jumlah kendaraan yang mau menyeberang
bertambah.
"Sampai saat ini belum ada rencana kita bersama pengelola kapal feri
menambah jumlah kapal yang beroperasi untuk hari Senin sampai Kamis. Kecuali
nanti menjelang Idul Fitri, kita memprediksi arus kendaraan bukan lagi sebatas
antrean tapi bakal membludak. Menghadapi situasi seperti itu nantinya kita akan
gelar rapat koordinasi penambahan jumlah kapal maupun waktu keberangkatan
kapal," tegas Asnurial.
Mantan Camat Bantan ini menambahkan, direncanakan mulai pertengahan Ramadhan
kapal feri yang beroperasi menjadi empat bahkan tidak tertutup lima kapal
sekaligus. Selain itu jadwal keberangkatan tidak lagi sesuai dengan jadwal yang
sudah dibuat sebelumnya, dimana bongkar muat kendaraan bisa dilakukan secara
langsung. Juga trip keberangkatan kapal akan ditambah, supaya semua kendaraan yang antre pada hari tersebut terangkut
semuanya.
"Menghadapi Idul Fitri nanti, segala kemungkinan yang terjadi di pelabuhan
roro akan dikoordinasikan dengan stakeholder terkait juga pengelola jasa
penyeberangan. Untuk saat ini para pengguna jasa roro harap bersabar terutama
pada hari kerja, kita belum melakukan penambahan kapal yang beroperasi karena
masih dapat dikendalikan," tutupnya. (Bku)