
BUKITBATU,
Beritaklik.Com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Dusun
Air Raja Bukit Sembilan, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukitbatu Kabupaten
Bengkalis, Selasa (24/6) sore.
Sejauh ini titik api masih belum tertangani karena kesulitan akses menuju ke
lokasi kebakaran yang berada di tengah hutan serta jauh dari pemukiman
masyarakat.
Informasi menyebutkan bahwa lahan yang terbakar di Bukit Sembilan milik
warga peladang yang diduga akan membuka lahan dengan cara merambah kemudian
membakar sampah.
Polsek Bukitbatu bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT.BBHA/SPM maupun
Masyarakat Peduli Api (MPA) Tanjung Leban, Rabu (25/6) kemarin sudah bergerak
menuju lokasi kebakaran, termasuk membawa alat berat eskavator dan peralatan
pemadam kebakaran.
Kapolsek Bukitbatu Kompol Sasli Rais ketika dihubungi, Rabu (25/6),
membenarkan adanya karhutla di Bukit Sembilan pada titik koordinat N.01.23.41.4
E 101.43.01.6. Untuk langkah penanganan pihaknya bersama RPK PT BBHA/SPM dan MPA
kemarin sudah diterjunkan ke lokasi untuk pemadaman api karena lahan yang
terbakar betada di tengah hutan jauh dari pemukiman warga sehingga
dikhawatirkan api akan terus meluas ke lokasi di sekitarnya.
"Kita sudah mendapat laporan terjadinya karhutla di kawasan Bukit
Sembilan, namun sejauh ini belum dapat dipastikan berapa jumlah titik api yang
terdapat di lokasi karhutla tersebut. Lokasi karhutla sangat jauh dan sulit
dijangkau karena ketiadaan akses jalan, sehingga personil yang diperbantukan
kesana harus berjalan kaki dari akses jalan terakhir. Selain itu kita juga
mengerahkan satu unit eskavator untuk antisipasi meluasnya
kebakaran,"terang Kapolsek.
Diperkirakan seluruh rombongan pemadaman api baru akan sampai ke lokasi
karhutla secepatnya Rabu malam atau Kamis pagi. Sedangkan luas lahan yang
terbakar ia belum dapat memastikan karena lokasinya yang sulit dijangkau. Tapi
dari informasi sementara luas lahan terbakar belum mencapai 10 hektar.
"Yang kita khawatirkan bukan berapa luas lahan yang terbakar, tapi api akan
menjalar di dalam lahan gambut apabila tidak segera dilakukan penanganan," ujar
Kapolsek.
Kawasan Bukit Sembilan merupakan lahan ganbut tebal yang sangat rentan
karhutla, dimana pemadaman akan sangat sulit bila api sudah meluas dan membakar
tidak hanya d iatas lahan tapi juga ke dalam lahan gambut. Alat berat yang
dikirim akan dimanfaatkan untuk menggali kanal disekitar lokasi kebakaran
supaya tidak meluas serta mendapatkan sumber air.
"Siapa pemilik lahan yang terbakar di Bukit Sembilan belum diketahui, kita
akan melakukan penelusuran siapa yang punya lahan termasuk pelaku pembakaran.
Polsek Bukitbatu akan mengambil tindakan tegas kepada siapapun yang terbukti
serta tertangkap tangan melakukan pembakaran maupun perambahan lahan,"tegas
Kapolsek.
Sejak dua bulan terakhir Polsek Bukitbatu menangani empat LP dengan enam orang
tersangka yang meliputi kasus pembakaran lahan, perambahan hutan dan ilegal
logging. Ada dua LP kasus pembakaran lahan dengan dua tersangka, satu LP
perambahan lahan dua orang tersangka dan satu LP ilegal logging juga sudah
ditangkap dua orang tersangka. (Bku)