
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dinas Perindustrian
dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis meminta pada para pedangang agar tidak
melakukan penimbunan berbagai bahan pokok rumah tangga maupun Bahan Bakar
Minyak (BBM). Disperindag telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian
dan Satpol PP, akan menindak tegas bila ditemukan adanya aktivitas penimbunan.
Seperti disampaikan Kepala Disperindag Kabupaten Bengkalis melalui Kabid
Perdagangan Dalam Negerim Raja Arlingga, Kamis (26/6), pihaknya tidak akan
segan-segan melakukan tindakan tegas pada oknum yang melakukan penimbunan BBM.
Karena dampak dari aktivitas tersebut bisa menyebabkan kelangkaan BBM di Pulau
Bengkalis, terutama menjelang Ramadan dan Indul Fitri nanti.
"Kita sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan Kepolisian. Bila
kedapatan ada oknum melakukan penimbunan BBM, apalagi seorang pengusaha, selain
akan diancam pencabutan izin, juga akan didenda dan bahkan dipidana sesuai UU
No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," ungkap Arlingga.
Agar tidak ada terjadi penimbunan BBM yang bisa berakibat terjadi kelangkaan
saat Ramadhan dan Idul Fitri, Disperindag mengimbau kepada seluruh masyarakat
untuk segera melaporkan kepihak Berwajib maupun ke Disprindag bila ada
menemukan aktivitas tersebut.
"Apapun alasannya, perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan akan
merugikan masyarakat. Kita juga tidak ingin kelangkaan BBM tahun lalu terjadi
lagi saat Ramadhan dan Idul Fitri, " tegas Arlingga.
Selain meningkatkan pengawasan, Disperindag juga akan mengusulkan
penambahan kuota bahan bakar minyak khususnya premiun ke Pertamina 10- 15
persen dan elpiji 3 kilo sebesar 6 persen.
"Untuk keamanan stok BBM, kita terus melakukan koordinasi dengan pihak
Pertamina. Kita mengusulkan penambah kuota BBM ke Pertamina 10- 15 persen.
Selain itu kita juga mengusul penambahan elpiji 3 kilo 6 persen," ujarnya.
Selain melakukan koordinasi dengan Pertamina soal kebutuhan BBM dan elpiji,
Disperindag juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait
kelancaran tranportasi di penyeberangan.
Disinggung terkait harga semboka yang mulai merangkak naik, Kabid dalam negeri
ini mengatakan hingga saat ini harga sembako masih terbilang stabil.
"Dari pengawasan sementara untuk harga sembako di wilayah Kabupaten Bengkalis
masih terbilang stabil, hanya saja mengalami kenaikan diharga daging dari harga
Rp. 90.000,- naik ke angka Rp 120.000," ujarnya. (Bku)