Disperindag : Bagi Penimbun Bahan Pokok Rumah Tangga dan BBM, Diancam Pidana

Kamis, 26 Juni 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis meminta pada para pedangang agar tidak melakukan penimbunan berbagai bahan pokok rumah tangga maupun Bahan Bakar Minyak (BBM). Disperindag telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Satpol PP, akan menindak tegas bila ditemukan adanya aktivitas penimbunan.

Seperti disampaikan Kepala Disperindag Kabupaten Bengkalis melalui Kabid Perdagangan Dalam Negerim Raja Arlingga, Kamis (26/6), pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas pada oknum yang melakukan penimbunan BBM. Karena dampak dari aktivitas tersebut bisa menyebabkan kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis, terutama menjelang Ramadan dan Indul Fitri nanti.

"Kita sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan Kepolisian. Bila kedapatan ada oknum melakukan penimbunan BBM, apalagi seorang pengusaha, selain akan diancam pencabutan izin, juga akan didenda dan bahkan dipidana sesuai UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," ungkap Arlingga.

Agar tidak ada terjadi penimbunan BBM yang bisa berakibat terjadi kelangkaan saat Ramadhan dan Idul Fitri, Disperindag mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melaporkan kepihak Berwajib maupun ke Disprindag bila ada menemukan aktivitas tersebut.

"Apapun alasannya, perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan akan merugikan masyarakat. Kita juga tidak ingin kelangkaan BBM tahun lalu terjadi lagi saat Ramadhan dan Idul Fitri, " tegas Arlingga.


Selain meningkatkan pengawasan, Disperindag juga akan mengusulkan penambahan kuota bahan bakar minyak khususnya premiun ke Pertamina 10- 15 persen dan elpiji 3 kilo sebesar 6 persen.


"Untuk keamanan stok BBM, kita terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina. Kita mengusulkan penambah kuota BBM ke Pertamina 10- 15 persen. Selain itu kita juga mengusul penambahan elpiji 3 kilo 6 persen," ujarnya.

Selain melakukan koordinasi dengan Pertamina soal kebutuhan BBM dan elpiji, Disperindag juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait kelancaran tranportasi di penyeberangan.

Disinggung terkait harga semboka yang mulai merangkak naik, Kabid dalam negeri ini mengatakan hingga saat ini harga sembako masih terbilang stabil.

"Dari pengawasan sementara untuk harga sembako di wilayah Kabupaten Bengkalis masih terbilang stabil, hanya saja mengalami kenaikan diharga daging dari harga Rp. 90.000,- naik ke angka Rp 120.000," ujarnya. (Bku)