
Bupati Bengkalis menyerahkan santunan anak yatim tepatnya di mesjid Al-Huda desa sekodi, senin 30 Juni 2014.
Bupati Bengkalis menyerahkan santunan anak yatim tepatnya di mesjid Al-Huda desa sekodi, senin 30 Juni 2014.
Bengkalis, Beritaklik.Com - Desa Sekodi yang
berada di ujung Pulau Bengkalis, kini sudah menikmati listrik selama 24 jam.
Rasa syukur tak terhingga pun keluar dari masyarakat, karena mereka serasa
bermimpi bisa menikmati listrik 24 jam.
Seperti disampaikan Kepala Desa Sekodi, Muhadi ketika memberikan sekapur
sirih di hadapan rombongan Safari Ramadan Bupati Bengkalis di Masjid Al-Huda,
Senin (30/7) lalu.
Dirinya dan masyarakat sangat berterima kasih kepada Pemkab Bengkalis, yang
telah mengalokasikan energi listrik sampai ke Desa Sekodi.
Sebelumnya masyarakat hanya menikmati listrik pada malam hari saja, itupun bagi
warga yang memiliki kemampuan untuk membeli genset.
"Terhitung sejak awal tahun 2014 kemarin, masyarakat Desa Sekodi akhirnya
dapat merasakan terangnya PLN 24 jam," ujar Muhadi.
Dipaparkan Muhadi, sejak dari dulu masyarakatnya sangat mengharapkan listrik
masik ke desa dan Alhamdulillah harapan ini tidak sia-sia, sekarang ini
masyarakat telah menikmatinya.
"Sampai-sampai seperti mimpi, kalau listrik sudah sampai di desa kami," ungkap
Muhadi di hadapan Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh dan rombongan.
Saking gembiranya, lanjut Muhadi, masyarakatnya mengelar sukuran dan doa
bersama di musala dan masjid. Karena saat ini masyarakat Desa Sekodi ini telah
dapat merasakan listrik.
Sementara Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh mengatakan, selama menjabat empat
tahun terakhir, listrik pedasaan merupakan program yang prioritaskan. "Jadi
berkat kerjasama pemerintah kita dan pengelola listrik, maka bersama-sama kita
memang menginginkan desa-desa yang belum disalurkan listrik dapat merasakan
listrik," jelasnya.
Menurut Bupati, selama ia menjabat Bupati, Desa Sekodi itu bukanlah desa yang
pertama masuk listrik. Seperti Pulau Rupat, dulunya tidak ada sama
sekali, sekarang masyarakat disana sudah merasakan penerangan listrik 24 jam.
"Saya berharap, keberadaan listrik di tengah-tengah masyarakat dapat
menciptakan desa yang aman damai dan kondusif dalam segi sosial kemasyarakatan,"
ujar Bupati. (Bku)