Tenaga Penyuluh KB di Daerah Terpencil Belum Ada

Jumat, 11 Januari 2013

Bengkalis- Upaya menyukseskan program Keluarga Berencana di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Bengkalis terus digalakkan. Sayangnya, program ini tidak disertai dengan adanya Tenaga Penyuluh KB ke daerah-daerah terpencil. Kekurangan dan kendala ini, menyebabkan Kabupaten Bengkalis belum memenuhi standarnasional.Setidaknya dari sebanyak 102 desa, belum penambahan desa yang baru di wilayah Kabupaten Bengkalis, secara ideal tenaga penyuluh tersebut harus dipersiapkan sebanyak 2 (dua) orang. Sehingga, tenaga penyuluh KB sebagai garda terdepan, mampu maksimal melaksanakan kegiatan di lapangan. Minimal, wilayah Kabupaten Bengkalis harus terpenuhi sebanyak 52 tenaga PLKB.


“Kita akui memang ini menjadi kendala kita di lapangan menyukseskan program KB di daerah kita dan tentunya masih jauh dari standar menurut BKKBN Pusat. Untuk dua desa dipegang satu orang PLKB dan ditambah 1 orang koordinator kecamatan, idealnya,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Bengkalis Farida Hamid melalui Kepala Bidang KB dan Kualitas Keluarga Sejahtera Mardiani Tarmizi, Kamis (10/1).

Menurut Mardiani, persoalan kependudukan di Kabupaten Bengkalis sangat komplek, oleh karena itu menjadi tanggungjawab bersama. Meningkatkan koordinasi di tingkat lapangan dengan segala lapisan masyarakat dengan melibatkan dan mengaktifkan peran serta masyarakat.

“Karena keterbatasan PLKB di lapangan, kita dari BPPKB harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyuluhan KB ke masyarakat. Kita berusaha meningkatkan koordinasi dengan segala lapisan, untuk menyukseskan program ini, Kita juga berharap ke depan tenaga PLKB di daerah kita bisa mencukupi. Sehingga penyuluhan KB hingga daerah-daerah terpencil dapat dilakukan
secara maksimal,” tutupnya. (um)