
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkalis kembali mengamankan 5 orang pengemis ketika menggelar razia rutin terhadap penyakit masyarakat (pekat) di bulan puasa Ramadan ini. Para pengemis tersebut diamankan ketika melakukan aksinya di Pasar Terubuk, Bengkalis, Minggu (6/7) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kelima pengemis tersebut, berdasarkan KTP dan pengakuan yang bersangkutan
kepada petugas Satpol PP, semuanya berasal dari Pekanbaru. Mereka adalah
Syafril, Israis Nasution, Nurjani, Emriadi dan Rosmaini. Dua nama terakhir ini
saat ditangkap petugas Satpol, tidak ada identitas (KTP), namun beradasarkan
pengakuan keduanya berasal dari Pekanbaru.
''Kelimanya diamankan di Pasar Terubuk Bengkalis oleh anggota kita di lapangan
saat menjalankan aksinya mengemis kepada masyarakat yang sedang belanja di
pasar," ujar Kasatpol Bengkalis, H Najamuddin didampingi Kasi Operasional,
Hengki Irawan kepada wartawan, Minggu (6/7).
Dipaparkan Najam, operasi ini merupakan operasi rutin yang digelar Satpol PP
guna membasmi pekat, sesuai tugas dan fungsi Satpol PP sebagai pengaman
Peraturan Daerah (Perda).
Ditambahkan, tertangkapnya 5 orang pengemis asal Bukittinggi ini juga tidak
lepas dari laporan masyarakat yang mulai resah adanya aktivitas pengemis
menjelang bulan puasa ini.
''Dua orang pengemis yang telah kita amankan ini selanjutnya kita serahkan kepada Dinas Sosial untuk mendapat pembinaan dan dipulangkan ke daerah asalnya,'' ujar Najam.
Pada kesempatan itu Najam juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak
memberikan sumbangan dalam bentuk apapun terhadap pengemis, baik yang
berkeliling di kedai-kedai kopi maupun yang datang ke rumah-rumah.
Sebelum puasa, Satpol PP juga menjaring 2 orang pengemis. Kedua pengemis
tersebut diamankan di tempat berbeda. Pertama, Edmiral usia 5 tahun asal
Bukittinggi terjaring saat mengemis di kedai kopi Hari Hari di Jalan Sultan
Syarif Kasim. Kedua, Nani umur 58 tahun mengaku tinggal di Pekanbaru, tapi
berdasarkan KTP berasal dari Bukittinggi. Ia diamankan di lapangan ketika
sedang mengemis di salah satu rumah warga di Kelapapati Darat. (Bku)