Akankah Pembangunan Pusat Perbelanjaan di Area Purna MTQ DiSelesaikan?

Selasa, 15 Juli 2014

Kondisi Ritos yang terbengkalai akibat dihentikan pekejaannya.Kondisi Ritos yang terbengkalai akibat dihentikan pekejaannya.

Kondisi Ritos yang terbengkalai akibat dihentikan pekejaannya.


Pekanbaru, Beritaklik.Com -
Saya ingin bertanya pada Pemerintah Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau. Apakah pembangunan pusat perbelanjaan di area purna MTQ akan dilanjutkan atau memang pemiliknya tidak mampu lagi melakukan pembangunan karena tidak ada modal. Lahan sudah terlanjur dikosongkan. Bahkan sampai mengorbankan beberapa bangunan rumah adat Riau di dalamnya. Tetapi, saya tidak melihat ada aktifitas pembangunan yang memastikan bangunan bisa selesai.

Setahu saya, hanya venue bowling saja yang digesakan pembangunannya. Itupun karena untuk kepentingan penyelenggaraan PON di Riau beberapa waktu lalu. Sementara bangunan inti yang disebut-sebut akan segera hadir di Kota Bertuah, justru sampai kini tidak tampak. Spanduk, baliho yang mempromosikan akan ada bangunan lengkap, kian hari semakin rusak dan sudah jelek. Tapi bangunan tidak kunjung berdiri. Ada apa?

Setahu saya, diarea tersebut memang digadang-gadangkan dibangun pusat perrbelanjaan.
Dan itu dipastikan dengan penyerahan lahan oleh pemerintah Provinsi untuk disewa oleh pemilik modal. Penyerahan itu sendiri mendapatkan masalah yang berarti. Baik itu masalah IMB sampai kemampuan pemilik modal untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu.
Tidak hanya itu, saat rencana akan ada pembangunan perbelanjaan modern dilokasi tersebut, banyak pihak yang kemudian menentang.

Pasalnya di sana juga terdapat pusat kebudayaan melayu seperti anjungan rumah adat, serta adanya gedung pertunjukkan Idrus Tintin. Keberadaan pusat perbelanjaan dikhawatirkan mengganggu dan merusak tatanan adat.

Namun, meski sudah melewati berbagai hadangan dan rintangan tersebut, justru pembangunannya menjadi tersendat. Entah apalagi persoalan yang menjadikan rencana pembangunan urung dilaksanakan. Yang membuat saya semakin penasaran, justru yang berjalan, pembangunan pusat perbelanjaan yang di samping makan Pahlawan Kusuma Dharma, Sudirman. Bahkan pembangunannya seperti terus digesa. Entah ada hubungannya dengan pembangunan di area purna MTQ, entah pula tidak, yang pasti, saat di area MTQ tidak berjalan, yang di Sudirman kian hari semakin giat.

Dan hebatnya, keberadaan pusat perbelanjaan di samping taman makan pahlawan Kusuma Dharma tersebut lancar saja pengurusan lahan, izin bangunan sampai persoalan amdal dan adminsitrasi lainnya. Apakah kontraktor yang sama, atau memang pemilik modal yang lain.

Namun sekilas ada ketimpangan antara rencana pembangunan di area purna MTQ dengan pembangunan di jalan Sudirman.

Saya pikir, masyarakat Kota Pekanbaru memang membutuhkan sarana perbelanjaan yang lengkap. Tetapi ketika melakukan pembangunan, harus jelas dan pasti. Selain itu, mesti terdaftar dan jelas mengikuti aturan. Nah, apakah sudah dijalani atiran tersebut.

Saya melihat, khusus pembangunan di samping Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, harus pula dipantau. Apakah proses pembangunan tidak membuat kerusakan, khususnya pada makam-makam yang ada disebelahnya. Apalagi jika nanti memasang pancang untuk pondasi bangunan.

Jikalah memang ada kaitan antara pembangunan pusat perbelanjaan di purna MTQ dan Sudirman, sebaiknya dijelaskan pemerintah daerah, baik kota maupun provinsi. Agar masyarakat tidak menginterprestasikan sendiri dengan apa yang mereka lihat. Apalagi terkesan ada yang didahulukan dan ada yang diulur-ulur perizinannya.

Bagaimanapun proses perizinan sudah dilaksanakan. Tinggal pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan kontrol. Jelas harus tegas memberikan pemahaman terkait dengan aturan yang berlaku. Semua harus diawasi.

Janganlah Pekanbaru ini ke depannya tidak lagi memiliki bangunan-bangunan yang tidak jelas tatanannya. Asal kenal dan dekat dengan pejabat-pejabat, izin dengan mudah didapatkan. Pemerintah daerah harus profesional. Mana yang didahulukan dan mana yang menjadi skala prioritas harus ada di Kota Pekanbaru.


Masyarakat Pekanbaru tentu mendambakan tumbuhnya pusat perbelanjaan. Semakin banyak pilihan semakin mudah pula akses berbelanja. Tapi, mesti menjadi catatan, bahwasanya pembangunan yang dilakukan tidaklah asal-asalan. Tetapi jelas aturannya dan jelas pula penataannya. Terimakasih. Sumber : TRIBUNPEKANBARU.COM (Bki)