Puluhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Perempuan Mengenakan Jilbab

Kamis, 17 Juli 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Puluhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kelompok perempuan serentak mengucap kata Alhamdulillah, seraya mengusap wajah mereka dengan tangan, saat Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis, H Eduar mengatakan ada perubahan kostum untuk Paskibra tahun ini. Yang perempuan mengenakan jilbab (kerudung).

"Untuk tahun ini ada perubahan pada kostum Paskibra, untuk yang perempuan mengenakan kerudung (jilbab). Untuk adik-adik yang non muslim saya kira ini tak ada masalah, karena dikenakan hanya pada hari itu saja," ujar Eduar saat membuka Pelatihan Paskibra tingkat Kabupaten Bengkalis, Kamis (17/7) di gedung Daerah.

Kenyataan tersebut disambut suka cita oleh puluhan Paskibra kelompok wanita, seperti dikomando mereka serentak mengucapkan kata Alhamdulillah. "Alhamdulilla ya Allah," ujar mereka serempak.

Wajar jika sebagian besar menyabut gembira kabar tersebut. Pasalnya, jika kostum yang dikenakan oleh Paskibra sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kelompok wanita akan menerima kenyataan mereka harus melepaskan jilbab dan rambut mereka juga bakal dipotong sebahu.

Eduar tidak hanya menyampaikan perubahan kostum, tapi juga soal kemungkinan ke 75 Paskibra dari delapan Kecamatan se Kabupaten Bengkalis tersebut berlebaran di tempat pemondokan alias tidak dibenarkan pulang.

"Soal pulang tidaknya itu tergantung kesepakatan para platih dan pembina nantinya. Tapi menurut saya sebaiknya berlebaran di sini saja, karena saya tidak ingin mengambil resiko," ujar Eduar.


Resiko yang dimaksudkan Eduar adalah, hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja terjadi saat berada di kampung halaman masing-masing. "Saya paham betul, di usia adik-adik sekarang ini masih begitu bersemangat merayakan Lebaran, raun kesana kemari, berlebaran ke rumah teman-teman. Sesuatu yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Jika sudah seperti itu, tak mungkin pelatih mencar pengganti yang lain. Jadi saya sarankan kita tetap berkumpul di sini," pesan Eduar.

Dalam kesempatan tersebut, Eduar juga menyarankan kepada 75 Paskibra tingkat Kabupaten Bengkalis, untuk mengundurkan diri lebih awal jika memang tidak sanggup mengikuti aturan dan pelatihan atau berat berpisah dari orang tua.

"Jangan sudah separo jalan baru mau mundur, karena pelatih tak mungkin mencari pengganti yang baru, karena kkawan-kawan lain sudah lama mengikuti latihan. Kalau mau mengikuti latihan, mari berkomitmen untuk sama-sama menyukseskan amanah yang diembankan ini," papar Eduar lagi.

Sebelumnya Ketua Pelaksana, H Subari Lubis dalam sambutannya mengatakan, ke 75 Paskibra tersebut berasal dari delapan Kecamatan se Kabupaten Bengkalis. Masing-masing, Kecamatan Bengkalis 22 orang, Bantan 3 orang, Mandau 20 orang, Pinggir 6 orang, Siak Kecil 6 orang, Bukit Batu 8 orang, Rupat 6 orang dan Rupat Utara 4 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Subari juga mengatakan bahwa salah seorang pelajar SMA 1 Bengkalis, Gaga Mustika Ade Muklis lolos seleksi untuk tingkat nasional mewakili Riau. Sedangkan tiga orang lainnya, Kurnia Ramadani, Nuratika (keduanya dari SMA 1 Bantan) dan Nurhaliza (SMA 3 Mandau), berhasil mewakili Paskibra tingkat Provinsi Riau mewakili Kabupaten Bengkalis. (Bku)