Kapal Tenggelam Membawa TKI Ilegal di Malaysia "Sebelum Berangkat, Atun Minta Dijemput Ayahnya"

Sabtu, 02 Agustus 2014

TKI asal Bengkalis yang ikut jadi korban kapal tenggelam.

TKI asal Bengkalis yang ikut jadi korban kapal tenggelam.

BENGKALIS, Beritaklik.Com -
Targedi tenggelamnya kapal kayu yang membawa 21 TKI ilegal dari Muar, Malaysia tujuan Bengkalis, Indonesia menyisakan duka yang mendalam bagi pihak keluarga. Salah satu korban, Susiatun (26), sempat menghubungi orangtuanya, Nurdin (52) sebelum berangkat minta dijemput.

Seperti disampaikan kakak Susiatun, Mainah (29), sebelum tragedi itu, adeknya sempat menelpon ayahnya untuk menjemputnya di Pantai Selatbaru. ''Tapi setelah ditunggu tunggu tak kunjung tiba. Malah nomor HP adik saya tidak aktif dan terakhir dengar kabar, adik saya bersama rombongan TKI yang berjumlah 21 orang itu katanya tenggelam," ujar Mainah.

Pertama menyampaikan kabar bahwa kapal yang mengangkut adiknya bersama rombongan TKI lainnya itu tenggelam adalah adik laki-laki bernama Sulaiman (28) yang saat ini masih di Malaysia.
Menurut informasi dari Sulaiman, kata Maimanah, warga Bengkalis yang ikut numpang kapal tenggelam itu ada 4 orang. Yaitu seorang cewek warga Selatbaru telah ditemukan meninggal dan telah dikubur di Malaysia, seorang cowok warga Pematang Duku dalam kondisi selamat.

Selanjutnya warga Desa Jangkang yang berstatus Tekong bernama Yan Edi dengan panggilan akrabnya Yan Deluk dan Susiatun warga Desa Penampi yang hingga sampai saat ini belum diketahui apakah selamat atau tidaknya.

Kapal berangkat dari Muar Kuala Ketapang, Malaysia menuju ke Pulau Bengkalis sekitar pukul 01.00 wib dini hari.

"Saya tahu pukul berapa keberangatan kapal yang tenggelam itu, sebab adik saya Susiatun menelpon bapak saya untuk menjempetnya di Selatbaru, tapi akhirnya kapal itupun tenggelam sebelun sampai tujuan, " cerita kakaknya.

Menurut ayah Susiatun, Nurdin (52), anaknya juga ikut pulang dengan menumpang kapal yang tenggelam itu. Nurdin menjelaskan, nama panggilan anaknya yang menjadi korban kapal tenggelam pada hari Jumat (25/7) itu adalah Atun.

Ditambahkan Nurdin, selain anaknya, ada juga warga Desa Pematang, Kecamatan Bengkalis yang ikut menumpang di kapal yang tenggelam itu. Ia diketahui selamat dan saat ini lagi diproses di Balai Polis Malaysia karena masuk Malaysia secara Iegal.

Kepala Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan Bengkalis Muhammad Fikri melalui Kepala Tata Usaha Syafrizal ketika dihubungi, membenarkan adanya kabar kapal membawa TKI Ilegal tenggelam di perairan Malaysia. Di kapal tongkang itu ada 21 penumpang, 3 masih belum ditemukan sementara 18 selamat. (Bku)