
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sejumlah
warga Pulau Bengkalis mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM)
jenis premium sejak Sabtu (2/8) hingga Senin (4/8). Tiga APMS di Kota Bengkalis
tampak tutup, demikian juga pedagang eceran (Pos APMS) tidak lagi menjajakan
bensin. Sementara untuk pertamax, masih mudah didapat namun harganya lumayan
mahal.
"Dua hari belakangan ini sulit untuk mendapat minyak bensin. Kalaupun ada,
harganya mencapai Rp9.000," ujar Iqbal, salah seorang warga Bengkalis, Senin
(4/8).
Dampak sulitnya mendapatkan premiun, aktivitas warga menjadi terganggu seperti
hendak silaturrahmi ke rumah saudara atau keluarga sempena lebaran Idul Fitri. "Ini masih suasana lebaran, mau cari minyak juga susah. Bagaimana kita mau
silturrahmi ke rumah saudara. Memang Pertamax ada, tapi harganya mencapai Rp16
ribu perliter," keluh Iqbal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis, H. Ismail
membenarkan dalam dua hari terakhir berkurangnya ketersedian premium baik di
APMS maupun Pos APMS karena kendala tranportasi dan belum semua APMS menebus DO
ke Pertamina. Sementara kuota dari Pertamina, tidak ada masalah tinggal menebus
saja.
"Sebenarnya kuota BBM untuk Pulau Bengkalis di Pertamina sudah ada. Tapi karena
masih suasana libur, sejumah APMS belum mengambil DO yang ada. Selain itu,
kendala juga terjadi diakibatkan terjadinya peningkatan jumlah penumpang di
penyeberangan Air Putih, Bengkalis dan Sei Selari, Bukibatu. Faktor ini juga
mempengaruhi masuknya BBM ke Bengkalis," ujarnya.
Walau demikian, Kadisperindag tidak sepakat kalau BBM disebut langka atau sulit
didapat karena masih ada pertamax sebagai alternatif. Tapi, kalau sedikit
berkurang karena belum dilakukan pengambilan kuota oleh pihak APMS,
Kadisperindag membenarkan.
"BBM masih belum langka, Pertamax masih banyak di Bengkalis. Kalau premium
memang mengalami pengurangan, dipastikan hari ini (kemarin) stok yang ada di
Pertamina sudah sampai di setiap APMS yang ada di Bengkalis. Masyarakat tak
perlu cemas dan khawatir premium akan langka, hari ini akan norma kembali,"
jamin Kadisprindag. (Bku)