
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa (BPMPD) diminta untuk mempercepat proses rekruitmen tenaga
pendamping desa yang sudah diprogramkan pada tahun ini. Selain sebagai
indikator capaian program kerja, rekruitmen tenaga pendamping desa juga membuka
lowongan kerja bagi sarjana daerah.
"Program ini sudah diusulkan di APBD 2014, tapi sudah memasuki bulan Agustus
belum juga direalisasikan. Sangat kita sayangkan sekali kalau ternyata program
itu pada akhirnya nanti tidak terealisasi," ujar pengamat pedesaan, M Fitra
kepada wartawan, Jumat (8/8).
Dikatakan, dirinya menilai keterlambatan proses rekruitmen tersebut sebenarnya
tidak perlu terjadi karena pada tahun sebelumnya BPMPD sudah melakukan
rekruitmen secara besar-besaran. Artinya, sudah ada petunjuk tetap bagaimana
tahapan-tahapan rekruitmen itu dilakukan.
"Justru dengan keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan BPMPD
kok bisa sampai terlambat. Apa prosedur rekruitmen sebelumnya bermasalah
sehingga tidak bisa dipedomani untuk rekruitmen sekarang? Atau ada alasan lain
yang membuat program ini tidak juga dilaksanakan," kata Fitra.
Padahal, menurut pria yang juga aktif di organisasi NGO ini, program rekruitmen
tenaga pendamping merupakan program andalan dan sangat diapresiasi masyarakat.
Karena, dengan program itu akan banyak sarjana-sarjana asal Kabupaten Bengkalis
yang bisa berpeluang untuk bekerja.
"Bayangkan, dengan keterlambatan ini berarti anggaran yang sudah dialokasikan
di APBD 2014 untuk gaji para tenaga pendamping akan sia-sia karena harus
dikembalikan ke kas daerah," katanya.
Terpisah, Kepala BPMPD Kabupaten Bengkalis H Ismail saat dihubungi mengatakan
belum bisa berkomentar banyak karena dirinya belum seminggu menjabat Kadis
BPMPD. Sebagai Kadis yang baru, dirinya akan mempelajari semua program kegiatan
yang ada di BPMPD, kemudian merealisasikan program-program yang ada berdasarkan
skala prioritas.
"Prioritas utama kita adalah merealisasikan pencairan alokasi dana desa (ADD)
terutama bagi desa-desa pemekaran," katanya. (Bku)