
Bengkalis, Beritaklik.Com - Ketua Nahdhatul Ulama Kabupaten Bengkalis (NU) Ustad Amrizal. Mag. menolak
gerakan Islamic State of Irak and Syria (ISIS) di Kabupaten Bengkalis.
NU menilai gerakan berbau teror tersebut berpotensi memecah persatuan umat
Islam dan menggoyahkan Indonesia yang berlandaskan Pancasila sebagai dasar
negara Indonesia.
"Karena itu NU melarang umat Islam untuk masuk ke dalam gerakan
ISIS," kata Ketua Umum NU Kabupaten Bengkalis Amrizal. M.Ag saat dihubungi
Jum'at (8/8) Menurut Ustad Amrizal, watak Islam yang digunakan ISIS bukanlah watak Islam
sesungguhnya. "Tidak sesuai dengan prinsip rahmatan lil "alamin, atau
rahmat bagi seluruh alam semesta," kata Amrizal, yang juga sebagai Dosen
STAI Alkautsar Bengkalis.
Hal tersebut, ujar dia, terlihat dari kekerasan dan penghancuran yang
dilakukan. Amrizal mengatakan NU menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tak
terhasut provokasi ISIS. Selain itu, kata dia, umat Islam harus meningkatkan
kewaspadaan dan menangkal berkembangnya gerakan yang menjurus pada terorisme jenis
baru tersebut.
"Pondasi umat islam sudah bagus, dan jangan di bongkar kembali pondasi
yang telah dibangun, karna itu tidak mudah, dan akan menjadi perpecahan antara
umat islam," tutur Ustad Amrizal.
Hal senada juga di sampaikan oleh imam besar Kecamatan Bukit Batu H. Abdul
Hasan, kekerasan dan pembunuhan diharamkan Islam. ISIS sangat tak sesuai dengan
prinsip Islam.
"Karena (ISIS) itu haram, maka pengikutnya dianggap mendukung hal-hal yang
haram," terang H. Abdul Hasan.
Menurut dia, perjuangan ISIS yang menegakkan khilafah Islamiyah dengan
cara-cara kekerasan seperti pemaksaan kehendak, pembunuhan terhadap sesama
muslim, dan perusakan tempat suci tak sesuai ajaran Islam.
Memang, saat ini masih menjadi perdebatan ketika pendirian negara Islam harus
ditempuh dengan meruntuhkan pemerintahan yang ada sebelumnya. Namun, hal itu
tak boleh terjadi di Kabupaten Bengkalis Kecamatan Bukit Batu khusus nya
Indonesia pada umumnya yang dibangun secara demokratis. Pungkas H. Abdul Hasan
yang lebih akrab disapa Pak Haji Abul ini. (Bku)