Distribusi Air Bersih ke Masyarakat Dihentikan Akibat Pecahnya Pipa Utama PDAM Bengkalis

Kamis, 21 Agustus 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Distribusi air bersih dari PDAM Bengkalis ke seluruh pelanggan dihentikan sementara menyusul pecahnya pipa utama yang berada di Jl HR Soebrantas. Saat ini PDAM melakukan penggalian untuk melakukan perbaikan pipa tersebut.

Kepala PDAM Cabang Bengkalis, Yunus Zainal saat dihubungi, Rabu (20/8), mengatakan kebocoran baru diketahui sekitar pukul 9.00 WIB. "Tadi (kemarin,red) saya lewat jalan ini sekitar pukul 8 lewat belum nampak kebocoran. Tapi tak lama setelah itu, Taufik (wartawan Dumai Pos,red) nelfon saya katanya ada pipa bocor depan Kantor Koperasi. Perkiraan saya sekitar pukul 9.00 terjadi kebocoran," kata Yunus.

Pria yang akrab disapa Etot ini mengatakan, kebocoran terjadi pada pipa utama berdiameter 10". Pipa tersebut merupakan pipa distribusi air bersih langsung dari PDAM sebelum nantinya disalurkan ke pipa-pipa sekunder hingga sampai ke konsumen," ujarnya.

Dengan bocornya pipa utama, sambungnya lagi, maka distribusi air bersih dihentikan total untuk menghindari banyaknya air yang terbuang. Disisi lain, penghentian sementara dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi dan perbaikan pipa yang bocor.

Saat ini, ujar Yunus, petugas sedang melakukan penggalian di tempat yang bocor. Kalau ternyata kebocoran relatif kecil, maka cukup dilakukan penampalan. Namun, kalau kebocorannya besar maka yang dilakukan adalah mengganti pipa tersebut.

"Baik untuk penampalan maupun penggantian pipa kita ada alatnya. Jadi tidak ada masalah dengan proses perbaikan. Alat kita ready, pun pipa pengganti sepanjang 6 meter ada," ujarnya.

Yunus mengatakan, secara normal proses perbaikan pipa yang bocor memakan waktu sekitar setengah hari. Dirinya mentargetkan untuk perbaikan ini akan bisa tuntas sebelum Maghrib. "Ini prediksi kita mengacu dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Sampai proses perbaikan selesai maka air kita matikan dulu. Atas nama seluruh jajaran PDAM Bengkalis kita menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya gangguan ini," ujar Yunus yang mengaku belum mengetahui penyebab terjadinya kebocoran. (Bku)