Badan Lingkungan Hidup Sosialisasikan Program Kampung Iklim

Kamis, 04 September 2014

Peserta sosialisasi program kampung iklim.

BUKIT BATU, Beritaklik.Com - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis mensosialisasikan progam kampung iklim di Kecamatan Bukit Batu. Kegiatan sosialisasi tersebut dipusatkan di Desa Sepahat dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) melalui Kabid Pemantauan dan Pemulihan, Feni Hafzan.

''Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2012 tentang Program Kampung Iklim, program ini mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan perubahan emisi gas rumah kaca serta memberikan penghargaan terhadap upaya-upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah,'' ujar Feni Hafzan mengawali sambutannya, Rabu (4/9).

Dikatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan wilayah yang cukup rentan terhadap isu pemanasan global dan perubahan iklim. Untuk itu diharapkan setiap orang baik secara individu, maupun komunal dapat mengambil sikap dalam menghadapi kedua isu tersebut. Berkenaan dengan ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan target dan berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% pada tahun 2020. Aksi ini adalah sebuah kepedulian dan komitmen sebagai upaya mitigasi terhadap perubahan iklim global yang semakin dirasakan dampak negatifnya.

"Melalui kegiatan ini hendaknya direspon baik oleh semua pihak dengan menyadari bahwa kita telah memanfaatkan sumber daya alam untuk kelangsungan hidup ini. Pada sisi lain hendaknya kita juga melakukan upaya perlindungan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup," papar Feni.

Berkenaan dengan kegiatan program kampung iklim, Feni menyampaikan apresiasi yang mendalam dan berharap agar semua pihak memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap upaya-upaya perlindungan lingkungan.

"Adapun manfaat dari program kampung iklim antara lain memberikan konstribusi dalam pencapaian target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional sebesar 26 % pada tahun 2020. Kemudian meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi variabilitas iklim dan dampak perubahan iklim serta tersedianya data kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta potensi pengembangannya di tingkat lokal yang dapat menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan, strategi dan program terkait perubahan iklim," papar Feni.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Deputi Adaptasi Perubahan Iklim, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau diiwakili oKepala Bidang Konservasi dan Perubahan Iklim serta para peserta sosialisasi dari masyarakat Desa Sepahat, Desa Sejangat, Desa Bantan Air, dan Desa Pematang Pudu. (Bku)