
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Krisis listrik yang terjadi
di Bengkalis saat ini, menyusul rusaknya 6 unit mesin sewa PT PLN Ranting
Bengkalis yang berdampak diberlakukannya pemadaman bergilir 3 hari nyala dan 1
hari padam (3 :1), memaksa Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) memanggil
pihak terkait baik PT PLN sendiri maupun pihak rekanan yang menyewakan mesin.
Pertemuan yang dilangsungkan di ruang rapat Kadistamben itu mencari solusi
bagaimana supaya krisis listrik tak berkepanjangan dan masyarakat kembali dapat
menikmati aliran listrik secara normal. Dalam rapat yang dipimpin Kadistamben
Heri Indra Putra itu, Manajer PLN Ranting Bengkalis Andhy Prasetiawan
memaparkan 6 unit mesin sewa yang rusak tersebut adalah milik PT KBT sebanyak 3
unit, kemudian milik PT BAP sebanyak 2 unit dan mesin milik PT Mega Power 1
unit.
Ketiga rekanan PT PLN atau pemilik mesin sewa menjanjikan perbaikan mesin-mesin
yang rusak dalam waktu 15 hari. Saat ini mereka masih menunggu sparepart untuk
mesin yang rusak itu datang.
"Dalam pertemuan yang kita langsungkan Kamis (4/9) lalu, baik pihak PT
KBT, PT BAP maupun Mega Power berjanji akan memperbaiki mesin mereka dalam
waktu 15 hari. Saat ini mereka masih menunggu spare part untuk memperbaiki
mesin tersebut," ujar Manajer PLN Ranting Bengkalis, Andhy Prasetiawan,
Minggu (7/9).
Pihak Distamben dalam rapat tersebut sebagaimana diterangkan Andhy, juga meminta
kepada para pemilik mesin sewa untuk menjamin tidak akan ada lagi kerusakan
mesin kedepannya sehingga pemadaman bergilir tak terjadi lagi. "Ke depan
kita akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan Distamben dalam hal pembersihan
dan pemotongan pohon yang menganggu jaringan," ungkap Andhy. (Bku)