
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pemkab
Bengkalis melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, mengirimkan
tiga kelompok peduli lingkungan untuk diikutkan dalam penilaian Satya Lestari
Bumi Tingkat Provinsi Riau. Ketiga kelompok mayarakat peduli lingkungan
tersebut akan dinilai bersama puluhan kelompok lainnya se-Provinsi Riau.
Kepala BLH Bengkalis, H Arman melalui Kabid Pengembangan dan Pelestarian, H
Zakaria Bakar, Senin (8/9/2014) mengatakan, ketiga kelompok masyarakat peduli
lingkungan tersebut adalah Kelompok Pengelolaan Hutan Mangrove Belukap desa
Teluk Pambang (Syamsul Bahri). Kelompok Persatuan Nelayan Jalan Sejahtera
(PNJS) desa Jangkang (Jasman) dan Kelompok KUB Pemeliharaan Hutan Mangrove
Putra Nelayan desa Penampi (A Karem).
"Setelah melalui seleksi dan penilaian, ketiga kelompok mayarakat peduli
lingkungan ini kita pandang memenuhi syarat untuk kita ajukan pada penilaian
Satya Lestari Bumi tingkat Provinsi Riau," ujar Zakaria.
Mantan Lurah Rimba Sekampung yang akrab disapa Pak Jek ini menambahkan,
penilaian Satya Lestari Bumi adalah penghargaan di bidang lingkungan hidup
tingkat Provinsi. Penilaian satya lestari bumi menjadi awal untuk bisa
diikutkan dalam penilaian Kalpataru tingkat nasional.
"Kelompok yang berhasil memenangkan satya lestari bumi ini akan diikutkan dalam
penilaian Kalpataru tingkat nasional. Harapan kita tentunya salah satu kelompok
dari Bengkalis berhasil memenangkan penilaian satya Lestari Bumi ini,'' harap
Pak Jek.
Pemerintah memiliki komitmen yang besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Hal itu terlihat dari berbagai program pembangunan yang dilakukan selama ini. "Kita juga berharap, masyarakat memiliki peran serta dalam menjaga lingkungan,
terutama di kawasan pesisir," imbuh pak Jek.
Sekretaris Kelompok PNJS dari desa Jangkang, Zainuddin saat ditemui di kantor
BLH, Senin (8/9) mengatakan, atas nama kelompok PNJS, pihaknya mengaku bangga
dan berterima kasih karena diikutkan dalam penilaian Satya Lestari Bumi. "Alhamdulillah, ternyata apa yang telah dilakukan kawan-kawan selama ini
diapresiasi oleh pemerintah," papar Zainudin.
Kelompok PNJS dibentuk pada tahun 89 oleh sekelompok nelayan Langgai
(melanggai,red) di desa Jangkang. Tumbuh menjadi kelompo peduli lingkungan saat
melihat kondisi mangrove di kawasan pesisir selat Melaka banyak yang rusak
diahantan abrasi.
"Sepulang melanggai kawan-kawan cuba menanam bibit bakau di pesisir pantai.
Setelah melihat pertumbuhannya bagus, maka kami jadwalkan secara rutin pada
hari-hari tertentu. Alhamdulillah, sekarang kami sudah membina 4 kelompok
peduli lingkungan dan luas bakau (mangrove) yang kami tanam sudah sekitar 25
hektar," sebut Zainudin. (Bku)