Tiga Kelompok Peduli Lingkungan Usulan BLH ikuti Penilaian Satya Lestari Bumi

Selasa, 09 September 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pemkab Bengkalis melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, mengirimkan tiga kelompok peduli lingkungan untuk diikutkan dalam penilaian Satya Lestari Bumi Tingkat Provinsi Riau. Ketiga kelompok mayarakat peduli lingkungan tersebut akan dinilai bersama puluhan kelompok lainnya se-Provinsi Riau.

Kepala BLH Bengkalis, H Arman melalui Kabid Pengembangan dan Pelestarian, H Zakaria Bakar, Senin (8/9/2014) mengatakan, ketiga kelompok masyarakat peduli lingkungan tersebut adalah Kelompok Pengelolaan Hutan Mangrove Belukap desa Teluk Pambang (Syamsul Bahri). Kelompok Persatuan Nelayan Jalan Sejahtera (PNJS) desa Jangkang (Jasman) dan Kelompok KUB Pemeliharaan Hutan Mangrove Putra Nelayan desa Penampi (A Karem).

"Setelah melalui seleksi dan penilaian, ketiga kelompok mayarakat peduli lingkungan ini kita pandang memenuhi syarat untuk kita ajukan pada penilaian Satya Lestari Bumi tingkat Provinsi Riau," ujar Zakaria.

Mantan Lurah Rimba Sekampung yang akrab disapa Pak Jek ini menambahkan, penilaian Satya Lestari Bumi adalah penghargaan di bidang lingkungan hidup tingkat Provinsi. Penilaian satya lestari bumi menjadi awal untuk bisa diikutkan dalam penilaian Kalpataru tingkat nasional.

"Kelompok yang berhasil memenangkan satya lestari bumi ini akan diikutkan dalam penilaian Kalpataru tingkat nasional. Harapan kita tentunya salah satu kelompok dari Bengkalis berhasil memenangkan penilaian satya Lestari Bumi ini,'' harap Pak Jek.

Pemerintah memiliki komitmen yang besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu terlihat dari berbagai program pembangunan yang dilakukan selama ini. "Kita juga berharap, masyarakat memiliki peran serta dalam menjaga lingkungan, terutama di kawasan pesisir," imbuh pak Jek.

Sekretaris Kelompok PNJS dari desa Jangkang, Zainuddin saat ditemui di kantor BLH, Senin (8/9) mengatakan, atas nama kelompok PNJS, pihaknya mengaku bangga dan berterima kasih karena diikutkan dalam penilaian Satya Lestari Bumi. "Alhamdulillah, ternyata apa yang telah dilakukan kawan-kawan selama ini diapresiasi oleh pemerintah," papar Zainudin.

Kelompok PNJS dibentuk pada tahun 89 oleh sekelompok nelayan Langgai (melanggai,red) di desa Jangkang. Tumbuh menjadi kelompo peduli lingkungan saat melihat kondisi mangrove di kawasan pesisir selat Melaka banyak yang rusak diahantan abrasi.

"Sepulang melanggai kawan-kawan cuba menanam bibit bakau di pesisir pantai. Setelah melihat pertumbuhannya bagus, maka kami jadwalkan secara rutin pada hari-hari tertentu. Alhamdulillah, sekarang kami sudah membina 4 kelompok peduli lingkungan dan luas bakau (mangrove) yang kami tanam sudah sekitar 25 hektar," sebut Zainudin. (Bku)