Jalan Lintas Duri-Pekanbaru Tetap Macet Selama Pengerjaan Beton dan Pengguna Jalan tidak Tertib

Selasa, 09 September 2014

Antrean panjang di jalur lintas Duri-Pekanbaru, akhir pekan kemarin.

Antrean panjang di jalur lintas Duri-Pekanbaru, akhir pekan kemarin.

DURI, Beritaklik.Com -
Kemacetan hebat di jalur lintas Duri-Pekanbaru kapan saja bisa terjadi selagi pengguna jalan tidak tertib, seperti yang terjadi sejak Jumat (5/9/2014) dan Sabtu (6/9/2014) akhir pekan kemarin yang mencapai 25 KM.

Penyebab kemacetan ini memang dipicu oleh pengerjaan jalan beton yang sedang berlangsung. Namun jika pengguna jalan tertib dan mau antre dengan sistem buka tutup yang diterapkan pihak Kepolisian, kondisi kemacetan bisa teratasi.

"Sebanyak sembilan personil ditugaskan memantau keadaan selama 24 jam sehari semalam. Kalau tidak ada kendala mereka bisa standby. Begitu ada kemacetan, mereka langsung bergerak ke TKP untuk mengatasi keadaan," ucap Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Roni Syahendra SH, SIK melalui KBO Lantas, Iptu Handono S, Minggu (7/9/2014) sore.

Sepanjang Ahad (7/9/2014), tidak ada kemacetan berarti di jalur padat kendaraan itu. "Arus lalu lintas sudah lancar. Sistem buka tutup pun teratur dan terkendali dengan baik," kata Handono.

Kemacetan parah Jumat malam hingga Sabtu siang disebabkan tidak sabarnya para pengemudi kendaraan. Satu sama lain saling ingin mendahului. Akibatnya, kemacetan parah tak terelakkan. "Sejak jam 13.00 WIB Sabtu, kemacetan parah itu sudah berhasil diurai. Hampir seluruh personil Lantas dikerahkan untuk mengurai kemacetan parah tersebut. Juga ada bantuan khusus dari personil Polsek Pinggir dan Mandau," kata Handono.

Ditambahkannya, cukup cepatnya penanggulangan kemacetan parah Sabtu siang lalu tidak terlepas dari adanya jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk mengurai tumpukan kendaraan.

"Kalau tidak ada jalur alternatif yang difungsikan sejak jam 14.00 WIB Sabtu, niscaya kemacetan itu akan lama baru bisa diatasi. Kasat Lantas pun langsung turun ke lapangan untuk mengomandoi anggota yang bertugas," imbuhnya.

Menurut Handono, potensi macet di jalur lintas Duri-Pekanbaru menjadi atensi khusus Polres Bengkalis melalui jajaran Sat Lantas. Pasalnya, jalur padat kendaraan di lintas Utara ini merupakan urat nadi perhubungan utama ke sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara.

Agar kemacetan parah tak kembali terulang, dimintanya pula agar para pengendara tertib menunggu giliran sistem buka tutup. Sebelumnya, Kasat Lantas juga sudah memberi penegasan bahwa pihaknya akan menindak tegas pengendara yang tak tertib antrian dan menyerobot jalur lawan. Karena perilaku tak sabaran itulah memicu kemacetan parah, kendaraan pelakunya menurut Kasat Lantas akan di-Tilang untuk menimbulkan efek jera.

Kemacetan jalur lintas Duri-Pekanbaru pada Jumat dan Sabtu lalu memang parah. Rute Duri ke pasar Pinggir yang hanya berjarak beberapa kilometer saja terpaksa ditempuh dalam waktu 7 jam.

Perjalanan pahit itu dialami pasangan H Erman D Sigoto dan Hj Monalisa. Sekembalinya dari menghadiri acara akad nikah anak kerabat di komplek Chevron Duri, mereka terjebak macet di perjalanan pulang menuju pasar Pinggir Jum'at (5/9/2014) malam hingga Sabtu (6/9/2014) pagi.

"Kami pulang sekitar jam 23.00 WIB. Di jalan terjebak macet panjang. Kendaraan berlapis-lapis. Sampai di Prima Toba sudah jam 05.00 subuh. Walau jarak ke rumah sudah sangat dekat, kami baru tiba jam 06.00 pagi. Saat hendak ke Duri tadi, masih macet," kata H Erman D Sigoto didampingi Hj Monalisa di gedung Lancang Kuning Chevron Duri, Sabtu siang.

Pemuka masyarakat Balairaja Kecamatan Pinggir Ir H Abdul Gaffar juga merasakan antrean panjang itu Sabtu pagi. Usai mengantar anaknya ke YPIT Mutiara Duri, Gaffar tertahan di Gate 1 CPI selama sekitar sejam lebih.

"Kemacetan ini sudah menyengsarakan banyak orang, mulai dari anak sekolah, guru, karyawan, penumpang angkutan umum, dan orang yang hendak ke Bandara atau ada keperluan keluarga mendesak. Tiket pesawat yang batal atau dibatalkan pada hari H keberangkatan akan hangus. Belum lagi kerugian yang dialami pihak lainnya," ujar Gaffar.

Dia juga minta agar sistem buka tutup pembangunan rigid beton di Kecamatan Pinggir ditinjau ulang. "Kalau bisa, pemborong membuat traffic light emergency sehingga ada keteraturan pergiliran kendaraan," usulnya. (Bku)