
Foto Bersama Gubri Hadiri Gebyar PAUD TK Prov Riau Tahun 2014 serta Menerima Sertifikat Rekor Muri Menghiasi Celengan oleh PAUD terbanyak di halaman Kantor Gubernur.
Foto Bersama Gubri Hadiri Gebyar PAUD TK Prov
Riau Tahun 2014 serta Menerima Sertifikat Rekor Muri Menghiasi Celengan oleh
PAUD terbanyak di halaman Kantor Gubernur.
PEKANBARU, Beritaklik.Com - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Riau saat ini mengalami
perkembangan pesat hingga merambah ke pelosok Desa. Bahkan saat ini PAUD Riau
juga telah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori PAUD
Terbanyak Menghias Celengan pada acara Gebyar PAUD Tahun 2014 di halaman Kantor
Gubernur, Minggu (7/9/2014).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 3.121 siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) se-Provinsi Riau. Prestasi PAUD tersebut mendapat pujian dari Deputi
Museum Rekor Indonesia (Muri), Awan Raharjo. Diakuinya, Gebyar PAUD di Provinsi
Riau ini masuk masuk kriteria Muri karena superlatif. Rekor ini berbeda dengan
yang pernah dilakukan 1.022 anak PAUD dan TK di Jakarta Tahun 2013 lalu yakni
Menghias Celengan siswa terbanyak.
"Di sini peserta PAUD terbanyak dan hasil karya yang diciptakan juga paling
banyak, unik dan bagus," ungkapnya. Disampaikan Awan, prestasi ini merupakan penghargaan terbesar atas tekad Riau
yang ingin menunjukkan ke Masyarakat Indonesia bahkan Dunia bahwa Riau memiliki
sesuatu yang bisa dibanggakan.
"Ini sangat membanggakan, artinya pemerintah Riau mampu bersaing, mampu ikut
serta dalam semua hal dan ini hanya sebagian kecil penghargaan dan saya yakin
masih banyak potensi Riau yang menunggu kami," terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno, juga
sangat mengapresiasi kegiatan pemecahan rekor Muri yang dilakukan siswa PAUD
dan TK yang ada di Riau. Dia berharap PAUD Riau bisa kembali mendapatkan rekor
Muri untuk kegiatan pendidikan lainnya. "Ini harus kita pertahankan bahkan
tingkatkan untuk mengembangkan karakter anak-anak ini lebih terarah," ujar
Kadisdik.
Dwi menambahkan bahwa tahun 2015 ini Disdik Riau akan membangun PAUD holistik
yaitu PAUD dengan pendidikan untuk membentuk anak menjadi manusia yang utuh
(holistik) melalui pengembangan aspek fisik, kreatifitas, sosial, spritiual,
dan kognitif.
"Nanti kita akan bangun dua sekolah PAUD Holistik, satu di Indragiri Hilir dan
satunya lagi di Rokan Hilir. PAUD Holistik ini nantinya akan ada pembelajaran
bahasa inggris dan juga internet namun dijabarkan dalam bentuk yang lebih
sederhana. PAUD Holistik ini juga akan kita satukan, ada TK, PAUD dan juga
penitipan anak dengan standar kenyamanan dan benar-benar sebagai tempat
pengembangan karakter anak sejak Dini," tandasnya.
Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Riau Tahun 2014 ini
dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Termasuk peluncuran lagu Pesan Bunda
ciptaan bunda PAUD Provinsi Riau, Latifah Hanum Annas. Selain itu juga
meluncurkan ajakan Mari Menabung untuk anak anak usia PAUD yakni 2-6 tahun.
Atas prestasi yang membanggakan diraih anak didik PAUD, Gubernur Riau, Annas
Maamun mengaku bangga dengan kegiatan yang digelar anak-anak PAUD tersebut,
kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi PAUD didaerah lain agar bisa lebih
mengembangkan kreatifitas anak didik PAUD. Kedepan kegiatan seperti ini juga
bisa dilaksanakan di Daerah lainnya.
"Kegiatannya sudah bagus hingga mencatatkan rekor Muri. Kedepannya acara serupa
bisa diselenggarakan di daerah lain," kata Annas usai menerima langsung Piagam
Muri dari Awan Raharjo.
Untuk mengembangkan kreatifitas anak didik PAUD di Provinsi Riau, Pemerintah
Provinsi Riau bahkan mengalokasikan dana sebesar Rp 8 milyar guna mendukung
suksesnya program PAUD di bumi lancang kuning. "Kita akan anggarkan Rp.8
Milyar, jadi PAUD- PAUD di Riau ini bisa lebih berkembang lagi, jadi bagus dan
cantik-cantik," ujar Annas Maamun mantan Bupati Rohil ini.
Bunda PAUD Riau Hj Latifah Hanum Annas dikesempatan itu mengingatkan anak didik
PAUD hanya diajarkan bermain sambil mengembangkan kreatifitas mereka. Tidak
dibolehkan untuk diajarkan baca tulis, dan berhitung, mereka hanya diberi
pendidikan kesenian yakni menyanyi dan bermain.
"Kalau untuk huruf dan angka, mereka hanya boleh diajarkan untuk sekedar tahu,
misalnya ini huruf A, B dan lainnya, begitu juga dengan angka, cukup mengenal
saja, tidak boleh diminta untuk menghitung, seperti menambah, mengalikan atau
mengurangi," tegasnya.(Bki)
Berikut Ini Galeri Kegiatan Gebyar PAUD TK Prov Riau 2014:
Gubri Hadiri Gebyar PAUD TK Prov Riau Tahun 2014 serta Menerima Sertifikat Rekor Muri Menghiasi Celengan oleh PAUD terbanyak di halaman Kantor Gubernur.
Gubri Hadiri Gebyar PAUD TK Prov Riau Tahun 2014 serta Menerima Sertifikat Rekor Muri Menghiasi Celengan oleh PAUD terbanyak di halaman Kantor Gubernur.
Gubri saat menyerahkan Penghargaan kepada PAUD Kabupaten Kota Terbaik kepada Bunda PAUD Kabuten Kota.
Gubri saat Menyerahkan Penghargaan Rekor Muri kepada Bunda PAUD TK Prov Riau.
Ibu Gubri dalam kapasitas Bunda PAUD saat bersama Anak Didik PAUD Pada Gebyar PAUD TK Tahun 2014.
Ibu Gubri dalam kapasitas Bunda PAUD saat menyerahkan Penghargaan kepada PAUD Kab Kota Terbaik kepada Bunda PAUD Kabupaten Kota.
Ibu Gubri dan Ibu Wagubri saat Menghadiri Gebyar PAUD TK tahun 2014 di halaman Kantor Gubernur.