Sosialisasi Proklim di Sepahat Salah Satu Upaya Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

Kamis, 11 September 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis secara berkelanjutan memperkenalkan dan mensosialisasikan Program Kampung Iklim (Proklim) sejak digulirkan oleh Men-LH pada 2012 silam. Sejumlah desa/kelurahan sudah menjadi sasaran sosialisasi dan akan terus bertambah setiap tahunnya.


Diantara desa/kelurahan yang menjadi sasaran sosialisasi adalah Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis, kemudian Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Desa Sejangat dan Sepahat Kecamatan Bukit Batu, dan nantinya akan menyusul desa lain di Kecamatan Bantan.

"Untuk penilaian tingkat propinsi sudah kita usulkan Desa Sejangat dan RW 01 Kelurahan Pematang Pudu," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bengkalis H Arman AA kepada wartawan, Selasa (9/9).

Kabupaten Bengkalis sebenarnya sangat berkepentingan dengan program kampung iklim ini. Disadari atau tidak, perubahan iklim global sudah memberikan dampak terhadap "Negeri Pulau" ini. Sebut saja misalnya pasang keling atau lebih dikenal dengan rob yang melanda pulau Bengkalis. Fakta menunjukkan luas areal yang terendam air laut saat pasang keling semakin luas. Hal ini bisa jadi akibat dari efek rumah kaca yang menyebabkan tinggi muka air laut makin meningkat.

Kondisi seperti ini perlu disikapi dengan memperkuat aksi nyata di tingkat lokal yang dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) serta upaya adaptasi untuk meningkatkan kapasitas seluruh pihak dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

"Termasuk masyarakat, kita dorong dorong partisipasi aktif masyarakat dalam melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Salah satunya adalah menetapkan desa-desa/kelurahan menjadi target program kampung iklim," kata Arman didampingi Kabid Pemantauan dan Pemulihan, Feni Hafzan.

Feni menambahkan, Proklim merupakan program yang memberikan pengakuan terhadap partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi. Sehingga dapat mendukung target penurunan emisi GRK nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Dengan adanya program kampung iklim, sambung Feni, diharapkan memberikan konstribusi dalam pencapaian target penurunan emisi GRK nasional sebesar 26 % pada tahun 2020. Kemudian meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi variabilitas iklim dan dampak perubahan iklim serta tersedianya data kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

"Serta potensi pengembangannya di tingkat lokal yang dapat menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan, strategi dan program terkait perubahan iklim," ujarnya. (Bku)