
Diantara desa/kelurahan yang menjadi sasaran sosialisasi adalah Desa Sungai
Alam Kecamatan Bengkalis, kemudian Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau,
Desa Sejangat dan Sepahat Kecamatan Bukit Batu, dan nantinya akan menyusul desa
lain di Kecamatan Bantan.
"Untuk penilaian tingkat propinsi sudah kita usulkan Desa Sejangat dan RW 01
Kelurahan Pematang Pudu," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bengkalis H
Arman AA kepada wartawan, Selasa (9/9).
Kabupaten Bengkalis sebenarnya sangat berkepentingan dengan program kampung
iklim ini. Disadari atau tidak, perubahan iklim global sudah memberikan dampak
terhadap "Negeri Pulau" ini. Sebut saja misalnya pasang keling atau lebih
dikenal dengan rob yang melanda pulau Bengkalis. Fakta menunjukkan luas areal
yang terendam air laut saat pasang keling semakin luas. Hal ini bisa jadi
akibat dari efek rumah kaca yang menyebabkan tinggi muka air laut makin
meningkat.
Kondisi seperti ini perlu disikapi dengan memperkuat aksi nyata di tingkat lokal
yang dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi untuk mengurangi emisi gas
rumah kaca (GRK) serta upaya adaptasi untuk meningkatkan kapasitas seluruh
pihak dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
"Termasuk masyarakat, kita dorong dorong partisipasi aktif masyarakat dalam
melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Salah satunya adalah
menetapkan desa-desa/kelurahan menjadi target program kampung iklim," kata
Arman didampingi Kabid Pemantauan dan Pemulihan, Feni Hafzan.
Feni menambahkan, Proklim merupakan program yang memberikan pengakuan terhadap
partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan
adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi. Sehingga dapat mendukung target
penurunan emisi GRK nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap
dampak perubahan iklim.
Dengan adanya program kampung iklim, sambung Feni, diharapkan memberikan
konstribusi dalam pencapaian target penurunan emisi GRK nasional sebesar 26 %
pada tahun 2020. Kemudian meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi
variabilitas iklim dan dampak perubahan iklim serta tersedianya data kegiatan
mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
"Serta potensi pengembangannya di tingkat lokal yang dapat menjadi bahan
masukan dalam perumusan kebijakan, strategi dan program terkait perubahan
iklim," ujarnya. (Bku)